Bandung, BEDAnews
Sediktinya 471 pohon Akasia berusia puluhan tahun, ditebang pihak pengelola Padang Golf Arcamanik Endah di jalan Pacuan Kuda Bandung. Diduga pihak pengelola yakni PT Pakar Indah tidak memiliki izin saat melakukan penebangan pohon-pohon tersebut, sesuai yang tertuang dalam Perda Nomor 7 Tahun 2011 tentang Ruang Terbuka Hijau.
“Pohon akasia itu kurang bagus untuk lapangan golf, bila ada angin daunnya berjatuhan, kalau kata orang Sunda tuh bala. Di musim kemarau, bikin tanah retak. Selain itu, letaknya mengganggu, jadi kita babat,” ujar Public Relation PT Pakar Indah, Cik Permana, saat dikonfirmasi wartawan di kantornya di Jalan Pacuan Kuda, Bandung, Senin (19/8).
Menurut Cik, hak penggunaan tanah seluas 49,8 hektar milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini dipegang PT Pakar Indah sejak Juli 2012 silam melalui proses tender. “Saat ini kami tengah mengurus sertifikat tanah dari hak pakai menjadi hak kelola di BPN,” lanjutnya.
Berpegang kepada hak tersebut, Cik mengklaim tanah tersebut adalah tanah pribadi yang tidak diwajibkan untuk menyediakan RTH. Pembangunan padang golf sendiri, kata Cik, rencananya dimulai Agustus tahun ini, namun masih menunggu musim kemarau. “Nanti juga saat pembangunan dimulai, pohon-pohon tersebut akan ditebang oleh kontraktor,” kata dia.
Dari pantauan Bedanews.com di tempat tersebut, ratusan batang pohon tampak menumpuk di sudut padang golf yang akan di renovasi itu. Menurut Bardani (53), Pengelola Driving Golf di seberang LGAE, sejak April 2013, ratusan truk besar keluar masuk mengangkut gelondongan kayu. “Dibawanya malam-malam, nggak tahu kemana,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Jabar, Eka Santosa, dalam kapasitasnya selaku Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum, dan Pangaping Baresan Olot Masyarakat Adat (BOMA) Jawa Barat, berang mendengar penebangan yang dilakukan oleh PT Pakar Indah.
”Ini kejahatan lingkungan. Harus di meja hijaukan. Dua fungsi sosial dan lingkungan dari hutan ini jangan dipertaruhkan demi BOT 30 tahun. Ini sama dengan menggaruk dana APBN dan APBD,” ujarnya saat dihubungi. (Lanie)











