“Kita lihat bahwa Indonesia selama Covid lalu, inflasi rendah karena pangan tersedia. Dan pangan tersedia, kita berterima kasih pada masyarakat di Simalungun, karena hortikulturanya maju. Mulai dari jeruk, nanas, alpukat dan, terong serta seluruh hortikultura yang ada. Namun kita juga harus memperhatikan tantangan cuaca yaitu musim kering, ini harus diperhatikan dan dimitigasi atau dicegah, agar jangan sampai berpengaruh sehingga hortikultura produktivitasnya turun,” kata Ketua Umum Partai Golkar.
Salah satu model yang diinisiasi dan berjalan baik adalah kemitraan closed loop agribisnis hortikultura yang melibatkan petani, koperasi, perbankan, off taker dan pelaku usaha dari hulu hingga hilir yang dilakukan dengan pendampingan untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan petani.













