Pertumbuhan DPK yang merata di semua produk tabungan, giro dan deposito, sambungnya, memberikan kontribusi menekan cost of fund (COF) menjadi 4,2 persen perbaikan sekitar 16 persen secara yoy.
Rasio kecukupan likuiditas sudah aman terbukti dengannya posisi September 2022 alat likuid/DPK (AL/ DPK) 20,26 persen, alat likuid atau noncore deposit (AL/NCD) 110,12 persen, dan loan to deposit ratio (LDR) 75,03 persen. Sementara, kecukupan modal per September 2022 sebesar 39 persen. “Hal ini di antaranya karena keberhasilan penawaran umum terbatas VII (PUT VII) Oktober 2021 mendapatkan modal dari publik sebesar Rp618 miliar,” jelas Agus.
Lalu, pertumbuhan kredit pada September 2022 sebesar 33 persen yoy menjadi Rp3,1 triliun dibanding sebelumnya Rp2,3 triliun. “Ini di atas rerata industri sebesar 11 persen,”
imbuhnya.













