Menurutnya, program ini dikembangkan dengan pendekatan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari penetapan standar komposisi gizi nasional hingga perhitungan kebutuhan sumber daya lokal di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Proses tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas.
“Program Makan Bergizi Gratis identik dengan produk lokal dan menjadi cerminan kemandirian serta ketahanan pangan daerah, karena setiap menu dirancang sesuai standar gizi nasional dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di wilayah setempat,” jelasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Agam dapat memahami secara lebih luas manfaat Program Makan Bergizi Gratis serta berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaannya.











