Garut, BEDAnews
Berkas dukungan calon Bupati dan Wakil Bupati Garut dari jalur perseorangan, yang disampaikan ke KPUD Garut, ditemukan banyak kejanggalan terutama terkait banyak duplikasinya dukungan melalui KTP terhadap masing-masing calon.
Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Jendral Ormas (Organisasi Masyarakat) DPD Pekat (Pembela Kesatuan Tanah Air) Indonesia Bersatu Kabupaten Garut, Imat Ruhimat, Kamis (23/5), mengindikasikan adanya sindikat mafia KTP.
Indikasi tersebut menurut Imat, terlihat dari hasil verifikasi faktual Panitia Pemungutan Suara (PPS), dimana jumlah dukungan terhadap calon, dengan total warga Garut yang mempunyai hak pilih, tidak rasional. Selain itu, warga yang tercantum mendukung, ternyata tidak mengetahui apa-apa tentang dukungan tersebut.
Untuk itu, Imat berharap, Panwaslu dan KPU dapat mengusut hal itu dan memberi hukuman berat bagi pelaku mafia tersebut. “Mereka telah menggunakan dana negara tanpa izin. Tak menutup kemungkinan, didalamnya terlibat juga oknum aparat penegak hukum,” pungkasnya. (Sighar)











