Terlebih, kata Acu, Bandung merupakan kota terbesar kedua yang memberikan kontribusinya di Jawa Barat. Sehingga, jika Kota Bandung ini ‘melempem’, dampaknya bisa meluas sampai ke Provinsi Jawa Barat bahkan skala nasional.
“Jawa Barat itu satu per lima ekonomi Indonesia. Jadi, bagaimana kita mau bicara tentang pemulihan ekonomi kalau tidak konsisten dari sisi kebijakan,” tegasnya.
Untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, Acu menilai, peran dari sektor lain seperti komunikasi dan informatika perlu diperkuat.
“Kondisi pandemi seperti ini, kita juga bisa mencoba skema hibrid. Diskominfo bisa kita dorong untuk memiliki aplikasi-aplikasi lokal seperti di daerah lainnya. Aplikasi-aplikasi ini nantinya kita cantolkan pada komunitas,” jelasnya.
Sejalan dengan pendapat Acu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny mengatakan, meski sektor pariwisata terkena dampak yang sangat signifikan semasa pandemi ini, tapi pariwisata Bandung tetap akan terbuka untuk menerima wisatawan yang ingin berkunjung ke Bandung.












