“Kalau ingin tumbuh cepat, berarti kita perlu mengoptimalkan sektor-sektor yang punya source untuk growth ini. Antara lain, perdagangan, perindustrian, komunikasi dan informatika, juga pariwisata,” ujarnya.
Menurut Acu, selama pandemi, sektor industri tidak pernah berhenti, tapi hanya melambat.
Acu menjelaskan, dinas perdagangan dan industri memiliki kontribusi hampir 45 persen untuk pertumbuhan ekonomi Kota Bandung. Selain itu, didukung juga dengan hasil data mengenai ketimpangan pendapatan di Kota Bandung yang dihitung dari pengeluaran.
“Ternyata di masa pandemi awal 2020 ketimpangan pendapat ini justru turun. Pola konsumsi masyarakat menengah atas dengan masyarakat menengah bawah itu tidak jauh berbeda. 76 persen tenaga kerja di Kota Bandung itu terbiasa untuk mengelola perdagangan. Jika kita tidak optimalkan sektor perdagangan dan industri, bisa terjadi ledakan pengangguran di Bandung,” papar Acu.













