BANDUNG- Batalnya rencana pinjaman Rp3,4 triliun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), membuka potensi tertundanya pembayaran sejumlah proyek infrastruktur yang tengah berjalan di penghujung 2026.
Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono mengatakan, risiko tunda bayar sulit dihindari apabila ketersediaan anggaran tidak mencukupi untuk membiayai pekerjaan yang sudah berjalan, terutama proyek yang telah memiliki kontrak.
Menurutnya, proyek yang sudah terikat kontrak tetap harus dilanjutkan, meskipun sumber pembiayaan yang semula direncanakan melalui pinjaman PT SMI tidak terealisasi.
“Ya kalau misalnya ketidaktersediaan anggaran, pasti jatuhnya di tunda bayar,” ujar Ono, Kamis (5/11/2026).
Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, kondisi keuangan daerah akan sangat menentukan kemampuan Pemprov Jabar memenuhi kewajiban pembayaran proyek tersebut.













