• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Selasa, November 3, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » RSUD Kapuas Gelar Edukasi Diabetes Melitus pada Lansia, Ajak Masyarakat Cegah Komplikasi

RSUD Kapuas Gelar Edukasi Diabetes Melitus pada Lansia, Ajak Masyarakat Cegah Komplikasi

angel angel by angel angel
3 November 2026
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

KUALA KAPUAS ll Bedanews.com – RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kabupaten Kapuas menggelar edukasi kesehatan tentang Penyakit Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis pada lansia, Selasa (2/11/2026), pukul 09.00 WIB.

Kegiatan berlangsung di Ruang Tunggu Pasien Poliklinik Penyakit Dalam Paviliun RSUD Kapuas.

Penyuluhan disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. IDA Swasty, Sp.PD, didampingi Tim Perawat Geriatri dan Tim Promosi Kesehatan (Promkes) RSUD Kapuas. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya lansia, mengenai diabetes, gejala, faktor risiko, pencegahan, serta penanganan komplikasinya.

BeritaTerkait

TECNO MEGABOOK K15S Hadir dengan Layar 15 Inci, Dukung Produktivitas Lebih Maksimal

3 November 2026

PRAHARA KETIGA: UJIAN KEDAULATAN BANGSA

3 November 2026

Dalam pemaparannya, dr. IDA Swasty menjelaskan bahwa, diabetes melitus merupakan penyakit kronis akibat meningkatnya kadar gula darah karena tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif atau tidak memproduksi insulin dalam jumlah cukup. Diabetes tipe 1 umumnya terjadi akibat kerusakan sel beta pankreas karena proses autoimun, sedangkan diabetes tipe 2 merupakan jenis yang paling sering ditemukan dan berkaitan dengan resistensi insulin serta penurunan produksi insulin secara bertahap.

Gejala umum diabetes meliputi sering buang air kecil, mudah lapar dan sering haus. Gejala lainnya antara lain berat badan turun tanpa sebab jelas, kesemutan, luka sulit sembuh, penglihatan kabur, mudah lelah, mengantuk, hingga gangguan pada organ reproduksi.

Adapun faktor risiko yang tidak dapat diubah meliputi usia di atas 40 tahun dan riwayat keluarga penderita diabetes. Sementara faktor yang dapat dikendalikan antara lain kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, gangguan lemak darah, hipertensi, penyakit jantung, serta pola makan tidak seimbang.

Menurut dr. IDA, diabetes pada lansia membutuhkan perhatian khusus karena penurunan fungsi organ, adanya penyakit penyerta, serta gejala yang terkadang tidak khas.

Pengobatan juga harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien untuk menghindari efek samping.
Diabetes yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, gangguan penglihatan atau retinopati diabetik, kerusakan saraf atau neuropati diabetik, serta gangguan ginjal atau nefropati diabetik.

Ia mengingatkan bahwa penderita diabetes juga perlu mewaspadai hipoglikemia, yaitu kadar gula darah di bawah 70 mg/dL, serta hiperglikemia, yakni peningkatan gula darah yang sangat tinggi. Kondisi tersebut dapat membahayakan apabila tidak segera ditangani, terutama jika disertai penurunan kesadaran, muntah hebat, napas cepat dan dalam, maupun dehidrasi berat.

Untuk mengendalikan diabetes, penderita dianjurkan mengikuti edukasi kesehatan, mengatur pola makan sesuai anjuran, mengonsumsi obat secara teratur berdasarkan petunjuk dokter, melakukan aktivitas fisik, serta memantau kadar gula darah secara berkala.

Pola makan sehat bagi lansia dengan diabetes dapat dilakukan melalui jadwal makan teratur, memilih makanan tinggi serat, membatasi gula, garam dan lemak, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah dengan indeks glikemik rendah. Aktivitas fisik juga dianjurkan minimal 150 menit per minggu, disesuaikan dengan kemampuan tubuh, seperti jalan santai, bersepeda, senam lansia dan yoga.

Selain itu, senam kaki diabetes menjadi salah satu latihan yang bermanfaat untuk memperlancar sirkulasi darah, memperkuat otot kaki, serta membantu mencegah kelainan bentuk dan luka pada kaki. Lansia juga diingatkan untuk rutin memeriksa kondisi kaki, mata dan kesehatan secara keseluruhan.

Melalui kegiatan edukasi ini, RSUD Kapuas mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pencegahan dan pengendalian diabetes melitus. Dengan menerapkan pola hidup sehat, disiplin menjalani pengobatan, serta melakukan pemeriksaan rutin, penderita diabetes, khususnya lansia, diharapkan tetap dapat hidup aktif, mandiri dan berkualitas. (Tatang Progresif).

Previous Post

Dedy Rangkuti Apresiasi AMPI Binjai, Sinergi Pemuda dan Pemerintah Diyakini Jadi Kunci Binjai Maju dan Kondusif

Next Post

Tamu Tak Diundang di Gerbang Pesantren

Related Posts

Ragam

TECNO MEGABOOK K15S Hadir dengan Layar 15 Inci, Dukung Produktivitas Lebih Maksimal

3 November 2026
Ragam

PRAHARA KETIGA: UJIAN KEDAULATAN BANGSA

3 November 2026
Ragam

Tamu Tak Diundang di Gerbang Pesantren

3 November 2026
Ragam

Dedy Rangkuti Apresiasi AMPI Binjai, Sinergi Pemuda dan Pemerintah Diyakini Jadi Kunci Binjai Maju dan Kondusif

3 November 2026
Ragam

Pemda Ikuti Workshop Perhitungan Biaya untuk Tingkatkan Layanan Sampah

3 November 2026
Ragam

Beban Berat di Pundak Senayan: Saat Gelombang Pemakzulan Menagih Janji Wakil Rakyat

2 November 2026
Next Post

Tamu Tak Diundang di Gerbang Pesantren

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021