YOGYAKARTA || Bedanews.com – Suasana adem dan gembira menyelimuti kompleks Pesantren Nawasea, Sekarsuli, Banguntapan, Bantul, Sabtu siang (17/10/2026). Tepat pukul 13.00 WIB, terik matahari Yogyakarta seolah tak menyurutkan kehangatan sebuah pertemuan yang jauh dari kesan kaku. Di balik kesederhanaan pesantren, dua anak muda berotak encer duduk melingkar bersama tokoh kunci ideologi bangsa, Prof. KH. Yudian Wahyudi, Ph.D.
Dua sosok muda itu adalah Muhammad Rofik Mualimin dan Abdullah Hasan Alifuddin. Berstatus sebagai kandidat doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, keduanya membawa sebuah karya pemikiran hangat yang siap menghentak ruang publik nasional. Bukan sekadar dialog akademik biasa, diskusi santai di gubuk pesantren ini membahas gagasan besar: Reaktualisasi Nilai-Nilai Pancasila melalui Sintesis Pemikiran Yudian Wahyudi dan Mohamed Arkoun.













