• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Taruhan Nyawa di Ompreng Gratis Anak-Anak Kita

Taruhan Nyawa di Ompreng Gratis Anak-Anak Kita

kris by kris
13 Oktober 2026
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muhammad Rofik Mualimin 

 

YOGYAKARTA || Bedanews.com – Pagi itu seharusnya menjadi pagi yang biasa: riuh tawa anak sekolah, bau kapur tulis, dan gemerincing sendok yang membentur ompreng stainless steel. Namun, ompreng-ompreng stainless yang digadang-gadang membawa gizi gratis itu justru berubah menjadi kurir petaka. Di beberapa daerah, anak-anak kita tidak mendadak cerdas; mereka mendadak mual, memegang perut yang melilit, lalu terkapar di ruang UGD yang overkapasitas. Keracunan massal ini bukan sekadar insiden teknis dapur—ini adalah alarm bahaya dari kegagalan sistemik.

 

BeritaTerkait

KI DKI Jakarta Adopsi AI untuk Tranformasi E Monev, KI DIY Beberkan Praktik Terbaiknya

16 Oktober 2026

Suket, Sutar, dan Nasib Baju Kebesaran Alumni Luar Negeri

16 Oktober 2026

Secara teoritis, memberi makan anak sekolah adalah investasi peradaban. Pakar ekonomi kelembagaan Mancur Olson dalam karya klasiknya, Logic of Collective Action: Public Goods and the Theory of Groups (Cambridge: Harvard University Press, 1965, hlm. 15), mengingatkan bahwa penyediaan barang publik yang besar selalu rentan terhadap kelalaian pengawasan karena koordinasi yang rumit dan tumpang-tindih kepentingan. Ketika sebuah program nasional dieksekusi dalam skala raksasa tanpa kesiapan rantai pasok lokal yang higienis, yang terjadi adalah bencana logistik. Kita melupakan prinsip dasar saniter yang dipesankan ulama klasik Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam al-Thibb al-Nabawi (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1998, hlm. 210), bahwa makanan segar yang tercemar racun (al-tha’am al-matsmum) akibat pengolahan yang terburu-buru adalah perusak kesehatan paling cepat.

Page 1 of 4
12...4Next
Previous Post

Satgas Cimic Xxxi-P/Unifil Layani Kesehatan Lansia di Tyre, Lebanon

Next Post

Kemendagri Imbau Daerah Terapkan 9 Langkah Konkret Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Related Posts

Ragam

KI DKI Jakarta Adopsi AI untuk Tranformasi E Monev, KI DIY Beberkan Praktik Terbaiknya

16 Oktober 2026
Ragam

Suket, Sutar, dan Nasib Baju Kebesaran Alumni Luar Negeri

16 Oktober 2026
Ragam

STAI Yogyakarta ‘Digembleng’ Kopertais III: Cerita Dua Dosen Serdos Saat Kerja Kerasnya Diuji Mahasiswa dan Kolega

16 Oktober 2026
Prof.Dr.Lilis Sulastri, MM.,
Ekonomi

IN THIS ECONOMY.. APA YANG SEBENARNYA KITA KEJAR?

16 Oktober 2026
Ragam

Putra Asli Kota Wali Demak Alim Setiawan Slamet Jadi Wakil Menteri Pertanian

16 Oktober 2026
Ragam

Bupati Sukabumi Buka Aksioma Jenjang MTS

16 Oktober 2026
Next Post

Kemendagri Imbau Daerah Terapkan 9 Langkah Konkret Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021