Bandung, BEDAnews – Tuduhan penggelapan dana sebesar Rp5,5 miliar yang dilayangkan AS terhadap FM kini menyita perhatian publik. Ironisnya, meski nilai kerugian yang diklaim sangat fantastis, pihak AS hingga saat ini belum menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
Kasus ini mulai mencuat setelah unggahan surat kuasa dari AS kepada pengacaranya beredar melalui status WhatsApp milik Hendri Setyawan, seorang karyawan dari kuasa hukum AS, Dr. Nanang Solihin, S.H., M.H. dan terbaca oleh istri FM.
Saat dikonfirmasi, Dr. Nanang Solihin membenarkan adanya dugaan penggelapan yang dilakukan FM terhadap kliennya. Kendati demikian, pihaknya mengaku sengaja belum melaporkan kasus ini ke kepolisian karena masih melengkapi berkas.
”Tim kami masih berada dalam tahap pengumpulan bukti-bukti terkait dugaan penggelapan tersebut,” ujar Dr. Nanang saat dihubungi melalui saluran WhatsApp-nya.
Namun, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media, dugaan penggelapan yang menyeret nama bisnis emas Antam ini disinyalir hanyalah ‘kulit luar’. Ada motif dan fakta tersembunyi yang mendasari munculnya isu tersebut.
Seorang narasumber yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa masalah ini sebenarnya bermula dari hubungan gelap (perselingkuhan) antara AS dengan seorang perempuan berinisial L. Hubungan tersebut menyebabkan L hamil hingga akhirnya berujung pada tindakan pengguguran kandungan (aborsi).
Perbuatan AS tersebut kemudian diketahui oleh sosok berinisial AR. Karena AS khawatir skandal perselingkuhan dan aborsi itu terbongkar ke pihak keluarganya, AR lantas mengajak AS untuk menjalankan bisnis emas Antam.
Dari situ, AS menyerahkan sejumlah uang secara bertahap kepada AR hingga totalnya mencapai Rp5,5 miliar.
Dalam perjalanannya, AR meminta FM untuk mengambil sebagian dana tersebut senilai Rp1 miliar. FM sendiri mengakui bahwa uang Rp1 miliar itu ia terima langsung dari tangan AR, bukan berasal langsung dari AS.
Muncul dugaan kuat bahwa narasi bisnis emas Antam serta tuduhan penggelapan dana yang diarahkan kepada FM sengaja dihembuskan ke publik untuk mengaburkan fakta sebenarnya di balik aliran dana miliaran rupiah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, awak media telah berupaya meminta klarifikasi dan konfirmasi kepada FM terkait tuduhan penggelapan yang mengatasnamakan dirinya, namun yang bersangkutan belum memberikan respon.













