• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » MENEMUKAN KEMBALI API KEPRAMUKAAN DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN

MENEMUKAN KEMBALI API KEPRAMUKAAN DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN

Asep Budi by Asep Budi
13 Agustus 2026
in Karya, Ragam
0
Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si. (Foto Doc. Pribadi).

Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si. (Foto Doc. Pribadi).

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si ***

JAKARTA || Bedanews.com –
Salam Pramuka

Setiap tanggal 14 Agustus beberapa di antara kita (sekolah dan beberapa organisasi yang berkaitan dan peduli) “masih mau” mengenakan seragam Pramuka, memasang tanda kehormatan, mengikuti upacara, mengucapkan Dasa Darma dan Tri Satya. Spanduk tentang Hari Pramuka menghiasi berbagai tempat meski sudah tak semeriah peringatan terdahulu atau peringatan lain, termasuk perkemahan, lomba, apel dan berbagai seremoni pun kembali digelar.

BeritaTerkait

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026

Pemuda Berdampak: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

7 November 2026

Namun, di balik semua itu, ada pertanyaan yang mungkin perlu kita ajukan dan jawaban dengan jujur:

Apakah gelora Pramuka masih hidup dan ada di hati para generasi kita?

Bukan sekadar apakah Pramuka masih memiliki anggota, bukan pula apakah kegiatan Pramuka masih terselenggara. namun pertanyaan yang lebih penting adalah apakah nilai-nilai kepramukaan masih tertanam?
kemandirian, kedisiplinan, keberanian bertanggjawab, gotong-royong, kesetiaan, kesederhanaan, kepedulian, dan pengabdian yang pernah diajarkan masih menjadi karakter dalam kehidupan generasi muda kita dan Warga Negara?

Secara kelembagaan, Pramuka jelas masih ada dan memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, memberikan arah yang sangat jelas: Gerakan Pramuka bertujuan membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung nilai luhur bangsa, memiliki kecakapan hidup, serta mampu menjadi kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pramuka bukan tentang seragam. Bukan tentang tepuk pramuka dan tepuk tangan. Bukan tentang baris-berbaris, tentang tali temali, Bukan pula sekadar tentang berkemah.

Pramuka adalah bagian dari proses membentuk manusia yang berkarakter bagi Bangsa Indonesia. Gerakan Pramuka sejak awal juga dirancang sebagai gerakan pendidikan, karena itu, indikator keberhasilannya tidak berhenti pada berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan atau berapa banyak peserta yang mengikutinya, yang jauh lebih penting adalah: Warga negara seperti apa yang lahir dari proses kepramukaan.

Di sinilah relevansi pertanyaan “Gelora Pramuka, apakah masih ada?”

Barangkali kegiatan Pramuka masih ramai, tetapi semangatnya mulai sepi. Mungkin seragamnya masih lengkap, tetapi nilai-nilainya mulai kehilangan tempat. Bisa saja Dasa Darma masih mampu diucapkan dengan lantang, tetapi belum tentu seluruhnya telah menjadi perilaku.

Saat ini dunia yang dihadapi generasi muda jauh berbeda dengan masa ketika Gerakan Pramuka dibangun. Saat ini generasi muda hidup dalam era digital, media sosial, kecerdasan buatan, perubahan sosial dan dinamikanya yang cepat, sifat individualisme, banjir informasi, dan berbagai bentuk ancaman baru terhadap karakter dan kehidupan sosial.

Pada situasi kekinian Pramuka tidak boleh hanya mempertahankan bentuk masa lalu. Nilai – nilainya perlu di pertahankan dan dikembangkan, tetapi cara menghidupkannya harus disesuaikan. Pramuka masa depan tidak boleh hanya menjadi scout in the forest, tetapi juga harus menjadi scout in the digital society.

Dengan demikian, Pramuka tidak cukup hanya menjadi memory of the past, tetapi harus menjadi energy for the future.

Pertanyaan “Gelora Pramuka, apakah masih ada?” pada akhirnya bukanlah pertanyaan untuk mencari siapa yang salah atau menyalahkan siapa. Justru sebaliknya, pertanyaan ini merupakan refleksi bagi kita semua—para pembina, orang tua, pendidik dan pemimpin pengelola negara bahkan para alumni Pramuka.

Jangan sampai kita sibuk menjaga seragam dan seremoninya, tetapi kehilangan jiwanya.

Jangan sampai kita mempertahankan ritualnya, tetapi melupakan nilai pendidikannya.
Jangan sampai kita setiap tahun merayakan Hari Pramuka, tetapi lupa menanyakan apakah semangat kepramukaan masih hidup dalam kehidupan dan keseharian kita.

Sebab, sesungguhnya gelora Pramuka tidak berada di lapangan upacara. Ia berada di dalam karakter manusia yang pernah dididiknya.

Jika seorang Pramuka mampu berdiri teguh ketika orang lain memilih menyerah, jujur ketika kesempatan untuk berbohong terbuka, menolong ketika orang lain memilih tidak peduli, bekerja sama ketika egoisme menguat dan berani mengabdi ketika tidak ada penghargaan yang menanti, di situlah gelora Pramuka masih ada.

Maka, memperingati Hari Pramuka bukan hanya tentang mengenang sejarah.

Ia adalah momentum untuk bertanya:

Apakah kita masih memiliki api yang dahulu menyalakan semangat kepramukaan?

Jika api itu masih ada, mari kita besarkan.
Jika mulai redup, mari kita Terangkan.
Dan jika hampir padam, mari kita Gelorakan.

Bangsa yang besar membutuhkan generasi yang cerdas, generasi yang berkarakter, mandiri, peduli, berani, bertanggungjawab dan bersedia mengabdi, di situlah sesungguhnya gelora Pramuka masih diperlukan.

Pramuka dan Pendidikan Kepemimpinan

Bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan generasi yang memiliki kecerdasan akademik. Negara membutuhkan manusia yang mampu memimpin.
Kepemimpinan masa depan bukan sekadar kemampuan memberikan instruksi, namun mampu membaca perubahan, mengambil keputusan dalam ketidakpastian, membangun kepercayaan, bekerja lintas perbedaan, mengelola konflik, memanfaatkan teknologi dan tetap memiliki integritas.

Pramuka memiliki ruang strategis, pada pelatihannya.

Perkemahan, misalnya, Berkemah bukan hanya sekadar aktivitas tidur di tenda. tetapi kegiatannya dapat menjadi laboratorium kepemimpinan.

Saat seorang Pramuka diberi tanggung jawab mengelola kelompok, ia belajar membagi tugas.

Ketika menghadapi persoalan di lapangan, ia belajar mengambil keputusan.

Ketika anggota kelompok berbeda pendapat, ia belajar demokrasi dan bermusyawarah.

Ketika sebuah rencana gagal, ia belajar melakukan evaluasi.

Ketika seorang teman mengalami kesulitan, ia belajar empati dan membangun rasa kebersamaan.

Dan ketika tugas berhasil, ia belajar bahwa keberhasilan bukan semata-mata milik dirinya, melainkan hasil kerja bersama.

Mungkin masih banyak lagi pelajaran dan nilai-nilai kepemimpinan yang dapat ditanamkan dan diajarkan dalam kepramukaan.

Sehingga dapat melahirkan kepemimpinan yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi kepemimpinan yang mampu bekerja.

Kepemimpinan yang bukan hanya mencari kekuasaan, tetapi kepemimpinan yang memahami tanggung jawab. Kepemimpinan yang bukan hanya sibuk mencari pengakuan, tetapi kepemimpinan yang mampu memberi kemanfaatan.

Bangsa yang besar akan meregenerasi calon pimpinannya. Semoga momentum hari Pramuka menjadi refleksi Membangun Bangsa.

Salam Pramuka!!

***
– Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Kepolisian,
– Dosen Kepolisian Utama Kepolisian di STIK-PTIK Lemdiklat Polri,
– Ketua Ikatan Alumni Sekolah Pascasarjana (SPs) UNNES,
– Anggota Dewan Penasehat Masyarakat Sadar Seni, Budaya dan Pariwisata.

Previous Post

Sambut Hari Pramuka, IJP Susilo Teguh R: Terpenting dari Kepramukaan adalah Proses Pendidikan Karakter

Next Post

Ekspansi ke Sukabumi, Omega Hotel Management Kembangkan Konsep Lifestyle Hospitality

Related Posts

Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Ragam

Pemuda Berdampak: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

7 November 2026
Ragam

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

7 November 2026
Ragam

DR. FACHRUL RAZI: PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO ADALAH MAKAR

7 November 2026
Ragam

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026
Ragam

Dugaan Menyadap Presiden Prabowo, Muslim Arbi: Listyo Sigit dan Gerombolannya Layak Dihukum Mati

6 November 2026
Next Post

Ekspansi ke Sukabumi, Omega Hotel Management Kembangkan Konsep Lifestyle Hospitality

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021