CIANJUR || Bedanews.com – Terjadinya aksi Demontrasi oleh salah satu Ormas ke SPPG Peuteuy condong 1 pada 15 Juni lalu berbuntut panjang. Menurut informasi yang di terima oleh media, tuntutan Ormas tersebut adalah penutupan SPPG tersebut secara permanen, bahkan Ormas tersebut telah melakukan audensi dengan pihak DPRD Cianjur, sekaligus meminta agar SPPG tersebut ditutup. Alasan Ormas tersebut meminta SPPG tersebut di tutup, karena dalam membuat menu nya tidak standar, makananya basi dan berbau.
Saat awak media mengkonfirmasi ke pihak SPPG (Senin, 9/8/26), pengelola SPPG tersebut mengatakan bahwa, tuduhan dan tuntutan ormas itu tidak Rasional dan Proforsional, bagaimana mungkin lanjutnya, masakan kami berbau dan basi, sedangkan setiap pasakan selalu dalam pengawasan oleh ahli Gizi! Bahkan menurutnya, setelah kejadian Aksi demo tersebut, pihak Dinkes Kab. Cianjur melalui Puskesmas Cibeber melakukan Inspeksi ke Dapur kami dan mengambil beberapa makanan untuk di uji lab. Hasilnya sudah keluar dan dinyatakan Layak dan sesuai.
Masih menurut pengelola tersebut, yang menjadi heran saya, kenapa tuntutanya harus ditutup ? andai misal benar bahwa masakan kami basi, tuntutanya adalah perbaikan menu yang lebih hygenis, bukan minta ditutup ! kecuali sudah lebih dari satu kali, mungkin wajar kalau tuntutanya di tutup, pungkasnya.
Dari keterangan pihak SPPG, saat ini ia sedang melakukan upaya hukum karena saat terjadi Aksi Demo, terjadi pengrusakan pos satpam dan CCTP. (H. A).













