Oleh: Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian)
JAKARTA || Bedanews.com – Seni merupakan bahasa universal yaitu kemanusiaan, keteraturan sosial dan peradaban. Seni, budaya dan pariwisata dapat menjadi jembatan atas saluran komunikasi sosial, berbagai kepentingan dari idiologi religi politik kemanusiaan hingga membangun solidaritas sosial. Seni, budaya dan pariwisata juga untuk mengatasi berbagai konflik dengan cara beradab. Seni: suara, gerak, rupa, nada, kata/sastra menunjukkan budaya sebagai kekayaan bangsa sekaligus refleksi peradabannya.
Tatkala berbicara kebudayaan sebagai fungsi maka yang dilihat adalah apa yang ada di balik fenomena, berupa keyakinan, pemikiran, konsep bahkan teori yang digunakan secara selektif prioritas untuk mengeksploitasi sumber daya atau mendistribusikan sumber daya.













