Oleh: Sayed Junaidi Rizaldi
JAKARTA || Bedanews.com – Langkah yang diungkap oleh Sufmi Dasco Ahmad terkait masuknya BPI Danantara ke dalam kepemilikan saham aplikator ojek online harus dibaca lebih dari sekadar kebijakan ekonomi. Ini adalah sinyal tegas, negara akhirnya berani menantang dominasi korporasi digital yang selama ini nyaris tanpa batas.
Selama bertahun-tahun, jutaan pengemudi ojek online hidup dalam ilusi kemitraan. Mereka disebut “mitra”, tetapi tidak memiliki posisi tawar. Mereka bekerja tanpa kepastian, tanpa perlindungan dan yang paling ironis, tanpa kendali atas penghasilan mereka sendiri. Di sisi lain, aplikator menikmati keuntungan besar dari sistem yang sepenuhnya mereka desain, termasuk menetapkan potongan komisi yang bisa mencapai dua digit.













