JAKARTA || Bedanews.com – Isu keterbatasan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional kembali menjadi sorotan di tengah memanasnya konflik geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen, menilai, kondisi tersebut mencerminkan kerentanan suplai pasokan yang aman dalam struktural ketahanan energi Indonesia.
Menurut Silaen, dalam kondisi normal, cadangan energi nasional yang hanya berada di kisaran 21 hingga 26 hari masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan tingkat keamanan pasokan untuk negara dengan tingkat konsumsi energi besar seperti Indonesia.
“Secara administratif mungkin masih dianggap aman, tetapi secara strategis ini sangat rentan. Cadangan 26 hari tidak cukup untuk sebesar Indonesia dalam menghadapi krisis global yang berkepanjangan,” ujarnya melalui keterangannya, Rabu (25/3/2026).












