JAKARTA || Bedanews.com – Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menyatakan keprihatinan mendalam terhadap rencana impor 105.000 unit mobil pick-up dari India dengan nilai transaksi sekitar Rp24,66 triliun.
Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah kondisi industri otomotif nasional yang saat ini masih memiliki kapasitas produksi memadai.
Industri otomotif merupakan salah satu sektor strategis nasional yang memiliki rantai pasok luas, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dan melibatkan ribuan perusahaan komponen serta UMKM.
Demikian disampaikan Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI), Mirah Sumirat, SE dalam keterangan Press tertulisnya pada Media, Senin (23/2).
ASPIRASI menilai bahwa:










