Oleh: A.Rusdiana
Setiap perjumpaan membawa pesan tentang perpisahan. Setiap awal mengandung akhir. Demikian pula bulan Sya’ban yang hari ini berada di ujung waktunya. Ia berpamitan, dan kita berdiri di ambang Ramadan. Karena itu, menutup Sya’ban bukan sekadar menutup kalender. Menutup Sya’ban adalah bersiap membuka hati.: -Membuka hati untuk takwa.-Membuka hati untuk taubat.-Membuka hati untuk perubahan. Allah SWT berfirman:
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali ‘Imran: 102).
Dan firman-Nya:
Hikmahnya: Takwa dan muhasabah adalah fondasi keselamatan. Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum perbaikan diri yang diawali dengan kesadaran hati. (QS. Al-Hasyr: 18).













