Garut, BEDAnews
Setelah hari sebelumnya siswa SMKN 1 Garut melakukan mogok belajar karena tidak setuju dengan aksi demo 25 siswa ke dinas pendidikan kabupaten Garut, yang menuntut kepala sekolah Dadang Johar Arifin mundur, Jumat (27/07) sekitar 30 orang siswa mendatangi dinas pendidikan kabupaten Garut untuk menyerahkan ribuan kertas bukti dukungan atas kepemimpinan Dadang Johar Arifin.
Tidak hanya kertas dukungan yang diberikan siswa kepada kadisdik, namun juga kertas dukungan atas pemecatan salah seorang guru PNS yang diberhentikan.
Kertas dukungan yang jumlahnya sekitar 1.300 lembar tersebut, ditulisi dengan berbagai tulisan yang intinya mendukung kepemimpinan kepsek saat ini Dadang Johar Arifin, serta dukungan atas pemberhentian salah seorang guru PNS SMKN 1 Garut.
Siswa yang menyerahkan berkas ini hanya diwakili oleh dua orang siswa dan siswi SMKN 1 Garut, didampingi 6 orang gurunya, sementara puluhan siswa lainnya bergerombol menunggu didepan halaman dinas pendidikan.
Kadisdik H, Mahmud sendiri kaget atas kedatangan siswa yang tidak diagendakan ini, walaupun saat itu waktu hampir dimulainya shalat Jumat, kadisdik menerima murid dan guru yang sudah terlanjur masuk ke ruangannya.
Dalam statementnya, Mahmud menyayangkan kedatangan siswa ke kantornya sambil membawa kertas dukungan. "Hal ini saya kira dipolitisir, ini bisa semakin memperkeruh suasana, saya sangat menyayangkan kejadian seperti ini, seharusnya siswa tidak usah bersikap, diam saja disekolah dan belajar sesuai dengan tugas dan kewajibannya. Terkait dengan aksi demo kemaren, kan sudah dianggap selesai, sedang kita bicarakan di tingkatan dinas, sudah dingin lah istilahnya," ungkap Mahmud.
Mahmud menganggap persoalan ini bisa menjadi besar kalau dibesar besarkan, bisa juga kecil kalau dikecilkan, seraya berharap semuanya bisa cooling down.
Saat itu juga Mahmud mengancam kepada dua siswa yang datang untuk berani disumpah. "Kamu berani saya sumpah pakai Al Quran? apalagi ini bulan puasa, kalau kamu berbohong maka puasa kamu batal, apakah kedatangan kalian kepada saya dengan membawa berkas dukungan ini murni inisiatif kalian atau ada yang menyuruh?" ancam Mahmud.
Kedua siswa itu sendiri menjawab siap untuk disumpah dan menuturkan bahwa hal ini adalah inisiatifnya sendiri dari semua siswa/i SMKN 1 Garut.
Salah seorang guru juga menandaskan bahwa hal ini adalah murni inisiatif dari siswa tanpa ada perintah dari siapapun, baik guru, kepala sekolah ataupun pihak lain. "Ini murni inisiatif dari mereka," tandasnya.
Mahmud mengungkapkan dengan kejadian demo kemarin, semua pihak yang berwenang perhatiannya tertuju kepada SMKN 1 Garut, "Malah dalam waktu dekat pihak inspektorat akan turun ke SMKN 1 Garut untuk memeriksa manajemen keuangan disana," pungkas Mahmud. (Yuyus)











