• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Selasa, Desember 16, 2025
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Ketika Bencana Menguji Pendidikan Kita Merawat Semesta

Ketika Bencana Menguji Pendidikan Kita Merawat Semesta

Hargib by Hargib
4 Desember 2025
in Jurnal, Ragam
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: A. Rusdiana

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat ulah tangan manusia…”
(QS. Ar-Rum [30]:41)

Ayat ini seakan hidup kembali saat banjir bandang dan longsor melanda Sumatra akhir November 2025. Bencana yang menelan tidak kurang dari 442 korban jiwa, ratusan hilang, dan ratusan ribu mengungsi bukan sekadar peristiwa alam; ia adalah cermin dari hubungan manusia dan alam yang makin jauh dari keseimbangan. Kerusakan yang tampak hari ini adalah buah dari pilihan-pilihan yang kita biarkan berjalan tanpa etika ekologis, tanpa kebijaksanaan, dan ini yang paling penting tanpa pendidikan yang menanamkan cinta pada bumi.

BeritaTerkait

BRI KC Cikarang Dukung Grand Opening Green Market Jababeka, Lewat Sponsorship dan Fasilitas Transaksi Digital

16 Desember 2025

FORSIMEMA-RI, Apresiasi Terpilihnya Prof. Yanto sebagai Ketua Umum IKAHI 2025–2028

16 Desember 2025
Bencana yang Tak Lagi “Alamiah”

Kita terlalu sering berlindung di balik istilah “hujan ekstrem”, “anomali monsun”, atau “siklon tropis”. Padahal, itu hanya pemicu. Yang membuat bencana menjadi mematikan adalah ekologi yang rapuh: lahan gundul, tata ruang yang dilanggar, bukit yang dibelah, sungai yang dipersempit, dan regulasi yang lebih akrab dengan investor dibanding masa depan. Di sinilah relevansi QS. Al-A’raf [7]:56: “Janganlah kalian membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya…” Kerusakan ekologis kita hari ini bukan terjadi “tiba-tiba”, melainkan akumulasi dari pola eksploitasi yang berlangsung lama dan dilegalkan oleh kebijakan.

Page 1 of 6
12...6Next
Tags: alam semestabencanaKrisis ekologiPendidikan
Previous Post

Mitigasi atau Musibah Berulang

Next Post

Ricuh PN Bandung Eksekusi Bengkel Beraset Miliaran Rupiah

Related Posts

Ragam

BRI KC Cikarang Dukung Grand Opening Green Market Jababeka, Lewat Sponsorship dan Fasilitas Transaksi Digital

16 Desember 2025
Ragam

FORSIMEMA-RI, Apresiasi Terpilihnya Prof. Yanto sebagai Ketua Umum IKAHI 2025–2028

16 Desember 2025
Ragam

Kunjungi Posko Pengungsi Banjir di Langkat, Raffi: Kami Ingin Masyarakat Tak Merasa Sendiri

16 Desember 2025
APRESIASI-Sugiyanto (SGY) – Emik, bersama Ketua BK DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, serta saat berdialog di Stan Komisi C dengan Gani Suwondo Lie. (Foto Ist).
Karya

BK Award TOP: Saya Datang & Bertanya ke Stan Komisi B soal Kemacetan dan Isu Lainnya, serta Masa Jabatan Kadishub DKI yang Telah 6,5 Tahun

16 Desember 2025
Edukasi

Kemendagri Tekankan Penguatan Peran Daerah, dalam Mendukung Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

16 Desember 2025
Ragam

Kapolda Metro: Integritas Jadi Kunci Jurnalis Tangkal Informasi Palsu

16 Desember 2025
Next Post

Ricuh PN Bandung Eksekusi Bengkel Beraset Miliaran Rupiah

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021