• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Selasa, Mei 5, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Singgung 157 ribu BPJS Mati, Tegas Ketua DPRD Kab. Bandung Hj. Renie Rahayu: Minta Dalam Satu Bulan Harus Aktif Kembali

Singgung 157 ribu BPJS Mati, Tegas Ketua DPRD Kab. Bandung Hj. Renie Rahayu: Minta Dalam Satu Bulan Harus Aktif Kembali

Ki Agus by Ki Agus
10 Juli 2025
in Edukasi, Headline, Politik
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KAB. BANDUNG || bedanews.com — Singgung BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) mati, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi, saar menyampaikan sambutannya, di Gedung Moch. Toha, Rabu 9 Juli 2025, mengajak seluruh kepala desa, RT, RW, hingga kader PKK untuk segera turun tangan mendata ulang warga miskin secara langsung.

Legislator senior PKB itu menegaskan, saat ini sesuai dengan data yang diperoleh, sebanyak 157 ribu warga Kabupaten Bandung terancam kehilangan hak layanan kesehatan akibat dinonaktifkannya kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) pasca penerapan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sejak Juni 2025.

“Ini jelas merupakan masalah yang perlu segera ditindak lanjuti secara signifikan, agar masyarakat terutama warga miskin bisa memperoleh kembali haknya,” katanya.

Bahkan disebutkan Renie, Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna, sudah semangat menangani penonaktifan ini. Dinas Sosial juga sudah punya datanya. “Sekarang tinggal para kades, lurah, RW, RT dan kader PKK, mau enggak ikut turun langsung, sisir data 157 ribu warga itu? Mau enggak kita pastikan mereka bisa aktif lagi BPJS-nya?” tegas Renie.

BeritaTerkait

Validasi Data Wajib Pajak Merupakan Hal Krusial

5 Mei 2026

Pembangunan Rumah Panggung di Kota Bekasi Diharapkan Terus Berlanjut

5 Mei 2026

Ia mengingatkan, kalau BPJS warga mati, pastinya warga miskin akan kehilangan haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Tentunya permasalahan tersebut akan kembali menjadi beban Pemerintah desa setempat. Jadi wajar bila kemudian 157 ribu BPJS mati segera diaktifkan kembali.

Segera lakukan pendataan ulang untuk akurasi datanya dari rumah ke rumah, untuk memastikan warga tersebut memang masuk kategori penerima manfaat sesuai desil 1 sampai desil 5, yakni sangat miskin, miskin, hampir miskin, rentan miskin, hingga pas-pasan. Jangan sampai terjadi kesalahan data. Serta jangan sampai terjadi diskriminasi.

“Perlakukan warga berhak BPJS dengan adil, jangan terjadi pemilahan, atau ada alasan-alasan lain yang merugikan masyarakat,” ungkapnya.

Harapan Renie dalam waktu satu bulan ini permasalahan BPJS mati warga miskin bisa segera terselesaikan. Jangan dirunda-tunda tapi fasilitasi dengan baik. Sehingga mereka bisa sepenuhnya memperoleh haknya nanti.

Ia menambahkan,BPJS adalah badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial bagi seluruh penduduk Indonesia, baik kesehatan maupun ketenagakerjaan.

BPJS terbagi menjadi dua, yaitu:
1. BPJS Kesehatan:
Bertanggung jawab menyelenggarakan program jaminan kesehatan nasional (JKN).
2. BPJS Ketenagakerjaan:
Bertanggung jawab menyelenggarakan program jaminan sosial bagi tenaga kerja, seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun.***

Tags: bpjs matiketua reniesatu bulan
Previous Post

Panglima TNI dan Menhan RI Hadiri Raker Bersama Komisi I DPR RI

Next Post

TNI Tegas Hadapi Perambah Hutan Ilegal

Related Posts

Ekonomi

Validasi Data Wajib Pajak Merupakan Hal Krusial

5 Mei 2026
Ekonomi

Pembangunan Rumah Panggung di Kota Bekasi Diharapkan Terus Berlanjut

5 Mei 2026
Headline

Silaturahmi Akbar KAHMI–FORHATI Kab.Bandung: Empat Pilar Utama Arah HMI Menuju Indonesia Emas 2045

5 Mei 2026
PISOWANAN-Bupati Demak, Hj. dr. Eisti’anah, SE bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Sesepuh Kadilangu, R.H. Muhammad Cahyo Imam Santoso saat pisowanan ke Kasepuhan Kadilangu di Notobratan Kadilangu. (Foto Ist).
Politik

Sambut Grebeg Besar, Bupati Eisti’anah Bersama Forkopimda Pisowanan ke Kasepuhan Kadilangu

5 Mei 2026
Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti
Politik

Rinna Suryanti Sebut Penanganan Rumah Ambruk di Kota Cirebon Stagnan, 271 Unit Belum Tertangani

4 Mei 2026
Edukasi

Manifesto May Day  2026  Dan Elegi ‘Gerbong Surga’

4 Mei 2026
Next Post

TNI Tegas Hadapi Perambah Hutan Ilegal

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021