• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Belajar Dari Prancis, Kenaikan PPN di Era Prabowo Dapat Menurunkan Kepercayaan

Belajar Dari Prancis, Kenaikan PPN di Era Prabowo Dapat Menurunkan Kepercayaan

kris by kris
26 Desember 2024
in Ekonomi
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Agusto Sulistio (AstabratA Institute)

JAKARTA || Bedanews.com – Kebijakan menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sering menjadi solusi cepat untuk menambah pendapatan negara, terutama di tengah krisis ekonomi. Namun, pengalaman Prancis di bawah Francois Hollande menunjukkan bahwa langkah ini dapat menjadi pedang bermata dua, memperbaiki anggaran negara di satu sisi, tetapi merusak stabilitas sosial dan politik di sisi lain.

Pada tahun 2012, Prancis menghadapi titik kritis dalam sejarah ekonominya. Francois Hollande, presiden dari Partai Sosialis yang baru terpilih, mengambil alih tampuk kekuasaan dengan janji besar, memperbaiki defisit anggaran yang membengkak dan mengembalikan kestabilan ekonomi negara. Namun, langkah awal kepemimpinannya justru menuai kontroversi besar. Di tengah protes masyarakat dan ekonomi yang lesu, Hollande memutuskan menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Prancis saat itu sedang bergulat dengan krisis ekonomi yang diwarisi dari pemerintahan Nicolas Sarkozy. Defisit anggaran 4,8% dari PDB, jauh melampaui batas aman Uni Eropa sebesar 3%. Tak hanya itu, utang nasional hampir menyentuh 90% dari PDB, memaksa pemerintah mencari cara untuk menambah pemasukan negara.

BeritaTerkait

FOTO BERSAMA: Asep Herman (tengah) dengan para tim promotor dan Penguji usai Sidang Promosi Doktor di Pascasarjana UIN SGD Bandung/Jumat,30/10/2026/Dok.Bedanews.com/yadi

Riset Tentang MBG Gunakan Metode TAMKIN, Asep Herman Raih Doktor Hukum Islam

31 Oktober 2026

APBD Jabar 2027 Harus Berdampak Nyata Bagi Kesejahteraan Masyarakat*

30 Oktober 2026
Page 1 of 6
12...6Next
Previous Post

PP Muhammadiyah Siapkan Generasi Peduli Lingkungan

Next Post

Pam Nataru 2025, TNI-Polri dan Forkopimda Ponorogo Gelar Patroli Skala Besar

Related Posts

FOTO BERSAMA: Asep Herman (tengah) dengan para tim promotor dan Penguji usai Sidang Promosi Doktor di Pascasarjana UIN SGD Bandung/Jumat,30/10/2026/Dok.Bedanews.com/yadi
Ekonomi

Riset Tentang MBG Gunakan Metode TAMKIN, Asep Herman Raih Doktor Hukum Islam

31 Oktober 2026
Ekonomi

APBD Jabar 2027 Harus Berdampak Nyata Bagi Kesejahteraan Masyarakat*

30 Oktober 2026
Ekonomi

Kolaborasi YBM BRILiaN dan Lokadesa, 350 Warga Rentan di Jabar Jadi Sasaran Bantuan Pangan

29 Oktober 2026
Ekonomi

Pilkades Digital 92 Desa di Kabupaten Sumedang Lancar

28 Oktober 2026
Edukasi

Bunda Yana: Prioritas BKAD Perhatikan Kesiapan Kegiatan dan Kualitas Hasil Pembangunan

28 Oktober 2026
Ekonomi

DPRD Jabar Pastikan Penyusunan APBD TA 2027 Efektif, Akuntabel, dan Relevan Dengan Kebutuhan Pembangunan Masyarakat

28 Oktober 2026
Next Post

Pam Nataru 2025, TNI-Polri dan Forkopimda Ponorogo Gelar Patroli Skala Besar

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021