Penulis: Agusto Sulistio (Pendiri The Activist Cyber, Mantan Kepala Aksi & Advokasi PIJAR era tahun 90an)
JAKARTA || Bedanews.com – Pemerintahan baru Prabowo Subianto bersama Gibran Rakabuming akan segera dilantik dalam beberapa jam ke depan. Namun, kabar terkait susunan kabinet yang sedang dirumuskan menimbulkan kekhawatiran publik. Harapan akan hadirnya perubahan yang menjanjikan kehidupan lebih baik, bersih, dan bebas dari praktik korupsi justru terancam. Nama-nama yang dipanggil ke Kertanegara 4, kediaman Prabowo di Jakarta Selatan, tak sepenuhnya memuaskan ekspektasi publik.
Dr. H. Abdullah Hehamahua, penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2005–2013, membeberkan fakta mengejutkan: *90 persen calon menteri yang sudah dipanggil Prabowo tersandung kasus korupsi*. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan menteri era Jokowi yang terseret kasus serius namun kembali masuk dalam kabinet. “Menteri lama seperti Airlangga Hartarto dengan kasus nikel, Zulkifli Hasan dengan persoalan kebijakan dagang, hingga Bahlil Lahadalia terkait ESDM kembali dipakai,” ungkap Abdullah dalam wawancara di Radio Silaturahim, Bekasi (18/10).













