Cimahi, BEDAnews
Warga RW 14 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan mengeluhkan penyaluran beras bagi warga miskin (raskin). Pasalnya, selain warnya hitam dan berdebu, raskin yang diterima pada akhir Juni lalu berbau apek. Buntutnya warga melaporkannya kepada para Ketua RT setempat.
Menurut Aos Hasan Ashari, Ketua RT 02/14 Kelurahan Utama, lima ketua RT di wilayahnya menerima laporan warga atas kondisi raskin yang didistribusikan Bulog kepada masyarakat, karena jatah raskin yang diterima pada Juni kemarin tak seperti biasanya.
“Kami seluruh ketua RT mendapatkan laporan dari warga atas kondisi beras raskin tersebut, warga disini mengeluhkan kualitas raskin yang jelek, selain bau apek dan kehitam-hitaman raskin tersebut juga berdebu, malahan distribusinyapun sangat terlambat,” katanya.
Awalnya, warga akan mengembalikan raskin tersebut kepada pihak Bulog melalui kelurahan, namun karena diberikan pemahaman oleh para ketua RT, akhirnya niat itu urung dilakukan.
Warga menilai, kualitas raskin yang diterima akhir Juni itu sangat jelek, tak tahu apakah karena terlalu lama tersimpan atau ada penyebab lain.Sediktnya ada 1,5 ton raskin yang diterima warga di lima RT Kampung Cibodas Campaka RW 14 Kelurahan Utama.
Biasanya, kata Aos, distribusi raskin dilakukan pada setiap tanggal lima atau enam, namun pada Juni kemarin, pembagiannya baru dilakukan pada 30 Juni 2012. Itupun kualitas raskin yang diterima warga tak seperti biasanya. Warga meminta kepada pemerintah, khususnya Bulog sebagai pelaksana distribusi raskin supaya memperhatikan kualitas raskin tersebut, jangan sampai kualitasnya sangat jelek.
Tak hanya itu, warga pun mempertanyakan keterlambatan raskin yang diterima pada Juni lalu, karena distribusi raskin kepada masyarakat miskin sangat dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Dalam laporannya kepada kami, warga meminta supaya pemerintah dan Bulog memperhatikan kebutuhan mendasar warga miskin ini,” katanya. (M.Fachry)











