BANDUNG. BEDAnews.com – Permasalahan terjadinya aksi demo, unjuk rasa dari unsure mahasiswa, LSM, ormas di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, salah satunya terjadi karena terhambatnya saluran komunikasi.
Demikian dikatakan Kepala Bagian Umum Setwan Jabar Dr. Dodi Sukmayana,SE.,MM. keada wartawan di ruang kerjanya Gedung DPRD Jawa Barat Jl. Diponegoro 27 Bandung. Jumat (27/10).
“Sebenarnya masalah kewenangan terhadap apa yang mereka aspirasikan, bagi mereka aspiran yang di depan itu, tidak jadi masalah, tetapi saluran komunikasi yang jadi masalah. Mereka berasumsi DPRD tidak empati, DPRD tidak simpati, DPRD tidak responsive, DPRD tidak adaptif dan sebagainyalah.”ungkapnya.
Terkait dengan hal itu dalam mendukung kinerja Anggota DPRD Jawa Barat dalam penyerapan aspirasi, “Bagian Umum Set DPRD membuka kran, kita mulai berpikir gedung ini ‘Gedung DPRD’, berbeda dengan Gedung Bapenda, berbeda dengan Gedung Bappeda, berbeda dengan Gedung Setda. Gedung ini adalah Gedung DPRD milik rakyat, tetapi walaupun ini gedung rakyat, ada hal-hal yang harus dipatuhi.” Sebutnya.
Sekretariat DPRD Jabar memfasilitasi pemanfaatan ruang rooftop Gedung DPRD Jawa Barat untuk digunakan oleh mahasiswa, LSM atau pihak manapun selama berkaitan atau melibatkan anggota DPRD Jawa Barat sebagai tempat berdiskusi atau seminar .
“Siapapun kelompok-kelompok mahasiswa yang mau menggunakan gedung DPRD ini silakan, kita atur. Kita fasilitasi sepanjang melibatkan wakil rakyat (DPRD Jawa Barat-red),” katanya
Dodi mengungkapkan, penggunaan ruang rooftop DPRD Jawa Barat sekarang sangat tinggi, jadwal sudah masuk sampai bulan Oktober. “Kita prioritaskan yang berkaitan dengan pemerintahan,” ujarnya.
Saluran komunikasi DPRD Jawa Barat dengan mahasiswa itu harus betul-betul dibuka. “Mereka juga paham, punya pendidikan. Mereka itu tahu, tapi yang mereka butuhkan sikap empati dan responsif. Jadi kepekaan terhadap sebuah masalah. Itu harus dibuka diri, diskusikan. Memang ada sedikit pengorbanan, contoh kalau mahasiswa datang ke sini menyediakan makan dan minum. Tapi itulah cara berkomunikasi DPRD Jawa Barat dengan rakyatnya.” pungkasnya.@herz













