KAB. BANDUNG || bedanews.com — Politisi Senior yang juga pendiri Partai Amanat Nasional, H. Kasjvul Anwar, merencanakan akan menggelar Reses Akbar pada tanggal 27-28 April 2022 yang berkaitan dengan Hari Raya Idul Fitri, bertepatan dengan Reses anggota DPR RI.
Tema Reses Akbar yang diungkapkan Kasjvul diakuinya tidak dikenal oleh pemerintah. Kenapa harus Akbar, ia menjelaskan, karena di kegiatan itu seluruh kekuatan PAN dikumpulkan untuk tujuan politik, namun tidak kaitannya dengan Pemilu atau Pilkada dan segala macamnya sebab masih jauh. Melainkan untuk silaturahmi antar elite politik dengan kader-kader yang ada di bawah.
Otomastis pada kegiatan tersebut akan melibatkan para anggota dewan terutama, Ahmad Najib Qodratullah, S.E., untuk membahas masalah isu politik dan penundaan pemilu yang disinyalir merupakan keinginan seseorang sehingga di tolak oleh partai. “Jadi pemilu tetap akan berjalan pada tanggal 14 Pebruari 2024, dan PAN siap dengan Elite Politiknya dan para kadernya untuk menyonsong hal itu,” katanya di Kopo Square saat melakukan Konferensi Pers, Rabu kemarin, 20 April 2022.
Sebagai Ketua Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD), dengan Wakilnya, Drs. Dedi Abdullah, menyatakan bahwa seluruh kader PAN sudah siap untuk mensukseskan pemilu pada bulan Februari 2024 dan optimis bisa meraih kursi sesuai dengan harapan.
Di kesempatan itu, Kasjvul membahas pula masalah perbuatan Ade Armando yang mengancam Sekjen PAN, Eddy Soeparno, terkait cuitannya yang menyebutkan Ade Armando telah melakukan penistaan agama Islam dan sudah melaporkan ke pihak Kepolisian.
Ia menegaskan, silahkan Sekjen PAN diperiksa sesuai dengan kewenangan aparat penegak hukum, namun ia juga meminta kepada pihak kepolisian untuk memeriksa Ade Armando yang dipandang umat muslimin telah menistakan agama Islam. Bahkan dengan beraninya pula Ade mengatakan salah satu suku di Sumatera itu terbelakang.
PAN menyatakan sikap tidak akan tinggal diam dengan ketidak adilan yang nanti akan diterima Eddy Soeparno, “Silahkan Sekjen kami diperiksa secara intensif tapi kami dari semua PAN se Indonesia meminta juga agar Ade Armando turut diperiksa sesuai dengan perbuatannya,” ujarnya.
Masalah Ade dipukuli Mahasiswa dan melakukan pengaduan karena dianiaya saat kegiatan demo mahasiswa, menurut Kasjvul itu merupakan akibat dari perbuatannya yang disebutlan umat Muslimin hukuman dari Alloh akibat prilakunya selama ini. Sudah jelas itu merupakan demo mahasiswa, Ade malah datang tanpa di undang.
Kasjvul yang merupakan Deklator dan salah seorang pendiri PAN di tahun 1998 itu, mengungkapkan kesalahan-kesalahan Ade lainnya, diantaranya pernyataan Ade agar muslimin tidak perlu menghapal Al Qur’an, tidak usah Naik Haji/Umroh, Solat tidak ada keterangannya di Al Qur’an, Alloh SWT bukan orang Arab, dan postingan para Ulama dekat pohon natal dengan memakai topi santa claus, itu jelas memancing ketersinggungan umat Islam.
Ade mengaku orang Islam dan cendikiawan tapi dikemukakan Kasjvul tidak mengerti Islam secara benar dan tidak cerdik. Malah dengan seenaknya menggambarkan Islam dengan salah yang membuat kaum muslimin marah. Ironisnya dia berpendapat bahwa orang-orang yang masuk menjadi mahasiswa Universitas Indonesia bukan saja dari jalur prestasi bukan saja karena kemampuan intelektualnya ada juga yang nyogok. “Jadi kami dari PAN menegaskan, siap membela Sekjen kami, Bapak Eddy Soeparno, bila diperlakukan tidak adil,” tegas Kasjvul.
Karena ketidak adilan yang diterima nanti oleh Sekjen PAN, dikwatirkan Kasjvul akan memicu aksi demo berkelanjutan yang tidak berhenti karena berdasarkan laporan sepihak dari Ade Armando, dan ia meminta kepada aparatur penegak hukum untuk bersikap adil.***













