Bandung, BEDAnews
Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan public yang prima, tentunya dibutuhkan aparatur negara yang berkualitas dan professional, khususnya aparatur dibidang pelayanan public.
Salah satu upaya yang dilakukan BPPT Jabar adalah dengan melalui pelatihan bimbingan teknis (bintek), demikian dikatakan Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Jabar, Drs. H.A. Sofyan Sastrawiria, M.Si., kepada Bedanews saat ditemui dikantornya, Jumat (1/6).
Banyaknya jumlah pelayanan perizinan yang mencapai 200-an jenis, yang sebelum terbentuknya BPPT tersebar di 22 OPD, kini semuanya terpusat dan ditangani BPPT, ujar Sofyan.
Meskipun dengan jumlah karyawan BPPT yang terbatas baik kualitas maupun kuantitas, bila dibandingkan dengan bidang garapan/pekerjaannya, kita lanjutnya, tetap optimis dan mampu memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
“Dengan berpedoman pada peraturan Mendagri No 24 tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPSTP), Alhamdulillah berkat kerja keras dan tanggungjawab, Pemprov Jabar melalui BPPT berhasil menjadi pelopor penyelenggaraan PTSP ditingkat provinsi dan sampai saat ini, jadi percontohan penyelenggaraan PTSP di tingkat Nasional,” tuturnya.
Walau sering dijadikan percontohan, BPPT Jabar terus berupaya meningkatkan kinerja pelayanan maksimal kepada masyarakat, dan untuk memenuhi kebutuhan SDM berkualitas dan professional, BPPT Jabar selalu melakukan pelatihan. Salah satunya dengan Bintek bidang garapan Kesehatan, Perhubungan dan Perikanan dan kelautan, yang bertujuan untuk dapat meningkatkan profesinalisme aparatur penyelenggaraan pelayanan perizinan, dalam hal izin dan non izin yang dikeluarkan BPPT, mulai dari input data, pengelolaan data, proses perizinan sampai dengan penerbitan perizinan, ujarnya.
Diharapkan dengan bintek tersebut, dapat meningkatkan kualitas SDM dan prefesionalisme sumber daya aparatur penyelenggara pelayanan administrasi perizinan/ public. Sehingga dapat menepis anggapan masyarakat bahwa aparatur pemerintahan lamban, kaku, dan tidak effisien serta pengutan liar dapat ditepis.
Sebagai sentra pelayan public, BPPT Jabar menjadi keharusan bagi karyawan BPPT untuk memiliki kompetensi yang dibutuhkan yaitu memiliki sikap dan perilaku yang baik, jujur, disiplin penuh dengan kesetiaan dan ketaatan kepada negara bermoral dan bermental baik. profesional serta sadar akan tanggungjawabnya dan mempunyai pengetahuan yang luas.
Lebih lanjut, Sofyan mengatakan, ada 4 (empat) factor yang memberi keberhasilan dalam dunia kerja adalah, Soft Skill (40%), Networking (30%) keahlian dibidangnya (20%), Finansial (10%). Empat faktor tersebut harus dimiliki oleh aparatur bidang pelayanan publik untuk menghadapi pasar global.
Peningkatkan soft skill dan keahlian dibidangnya, didapatkan melalui pendidikan dan pelatihan/ bimbingan teknis yang berkesinambungan dan tentunya bimbingan ilmu yang berkaitan dengan kompetensi, karena kompetensi adalah standar keahlian seseorang dalam bekerja professional. (hermanto)











