Cimahi, BEDAnews
Lima kader Partai Gerindra Kota Cimahi, mempertanyakan mekanisme yang ada di pengurus DPD Partai Gerindra Jawa Barat, karena dianggap tak jelas.
Hendra Saputra, salah satu pendaftar balon walikota (balkot) saat penjaringan balon oleh Partai Gerindra Kota Cimahi mengaku sangat kecewa, karena mekanisme partai di DPD Gerindra Jawa Barat tidak jelas.
Awalnya, Hendra Saputra, Gantira Kusumah, Irma Indriyani, Bambang Purnomo dan Priyo Soebiandono ikut mendaftar saat penjaringan balkot melalui Partai Gerindra.
“Saat penjaringan, kami diberitahu bahwa kelima pendaftar akan dipanggil ke DPP untuk mendapatkan penjelasan dan informasi terkait pendaftaran balon, namun hingga saat ini hal itu tidak dilakukan, sehingga kami menganggap mekanisme di DPD tidak berjalan,“ ungkapnya.
Yang menjadi pertanyaan para pendaftar adalah kenapa tiba-tiba ada rekomendasi kepada salah seorang pendaftar untuk dijadikan balon dari Gerindra. Itu merupakan pertanyaan bagi pendaftar, karena mekanisme partai jadi tak jelas.
Karenanya, pihaknya langsung mempertanyakan hal itu kepada DPD Jabar melalui Panitia Penjaringan Bakal Calon. Setelah menyampaikan aspirasi, jawaban dari DPD pun tak memuaskan, karenanya pihaknya akan mempertanyakannya ke DPP.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Tim Penjaringan Balon Kepala Daerah DPD Gerindra Jawa Barat, Ishak, mengatakan, tak benar jika DPD tak menjalankan mekanisme. Tahapan penjaringan balon walikota semuanya sudah ditempuh sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan.
“DPD telah menjalankan mekanisme itu dan hasilnya diserahkan kepada DPP melalui Baleksi Pusat. Kewenangannya ada di DPD dan selanjutnya merupakan otoritas dari Baleksi di DPP,” kata Ishak melalui pesan singkat. (M.Fachry)











