Garut, BEDAnews
Aksi kekerasan, perampasan motor hingga perkosaan yang dilakukan oleh gerombolan bermotor, membuat sejumlah pihak angkat bicara. Salah satunya adalah Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komunitas Mantan Narapidana Garuda Utama (KOMANAGA), Lili Suherli.
Kepada wartawan, Lili Suherli yang di dampingi Apen Supriadi beberapa waktu lalu, menyatakan DPP KOMANAGA siap membantu pihak kepolisian atau penegak hukum dalam memberantas aksi-aksi brutal genk motor.
Kita, lanjut Lili, sudah instruksikan kepada setiap pengurus KOMANAGA tingkat Jawa Barat agar setiap potensi dari KOMANAGA khususnya dari Kab. Garut, Tasik, Bandung Majalengka agar dikerahkan untuk memberantas aksi-aksi Genk Motor. “kegiatan genk motor sudah mengarah keperbuatan Kriminal, bila terus dibiarkan akan merusak generasi muda kedepan”, teganya.
Hal senada disampaikan oleh Apen Supriadi, bahwa pihak kepolisian hendaknya serius memberantas aktivitas geng motor. “Lembaga-lembaga pendidikan juga harus mengawasi anak didiknya agar tidak terlibat aksi genk motor, serta bagi orang tua agar lebih dekat dan memperhatikan anak-anaknya apalagi bila anak-anak beraktivitas di luar Rumah hingga larut malam,” ujarnya.
Sementara itu beberapa waktu sebelumnya, masyarakat kota Garut sempat dibuat resah, menyusul beredarnya pesan singkat (SMS) tentang ancaman gerombolan bermotor dari beberapa daerah di Jawa Barat yang akan menyerang wilayah kota Kabupaten Garut. Sejumlah warga Garut Kota, mengaku menerima SMS dan BBM yang bersikan ancaman penyerangan gerombolan bermotor, sehingga menimbulkan ketakutan.
Salah satu pesan singkat yang tersebar melalui SMS tersebut, bertuliskan “gerombolan bermotor” M2R” dr Subang + Sumedang/Majalengka, yang mau nyerang GARUT terkait penembakan ketua BRIGEzZ di Garut, tenggah malam nanti”.
Pesan melalui BBM sendiri, hampir mirip dan berisi “ada gerobolan bermotor ‘M2R’ dr Subang + Sumedang/Majalengka, yang mau nyerang GARUT terkait penembakan ketua BRIGEzZ di Garut minggu kemarin.”
Pesan singkat tersebut mulai menyebar kemasyarakat Garut bulan lalu. Informasi yang tidak jelas sasaran penyerangannya itu, sempat membuat warga resah, bahkan tidak berani keluar ke jalan raya saat tengah malam. (Yuyus)











