Bandung, BEDAnews
Husein Komara (42), pemilik perusahaan outsourcing security Red Guard, tewas ditembak orang tak dikenal di Jalan Kapten Tendean Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Bandung, Jumat (4/5) sekitar pukul 10.20.
Dari informasi yang diperoleh, Husen ditembak saat berada didalam mobil Land Cruiser warna hitam doff dengan nomor polisi D 1 EB saat tengah diparkir di depan rumah nomor 42 A.
Setelah tertembak dua kali di kaca depan kanan, korban sempat mengejar pelaku yang menggunakan mobil Avanza warna hitam. Namun, upayanya mengejar pelaku gagal. Diduga karena kehabisan darah, akhirnya mobil korban masuk ke dalam tanah kosong di samping rumah nomor 22. Husen tewas luka tembak dengan posisi masih duduk di kursi kemudi.
"Korban inisial Hsn mengendarai mobil sendirian. Dia seorang pengusaha. Usianya sekitar 40 tahun," jelas Kapolrestabes Bandung Kombes Abdul Rakhman Baso ditemui di lokasi kejadian.
Dari pemeriksaan sementara, kaca bagian samping kanan atau tepatnya di kaca pengemudi ternyata terdapat tiga lubang bekas lubang tembakan yang mengenai leher kiri dan dada kanan. Penembak korban diketahui menggunakan jenis pistol FN. “Pelaku menggunakan senjata api jenis FN kaliber sembilan millimeter,” ungkap Abdul lagi.
Menurut Kapolres, jenis pistol itu dikenali lantaran ditemukan satu solongsong bekas peluru dilokasi kejadian. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, lanjut Abdul, arah tembakan berasal dari orang tak dikenal yang menggunakan kendaraan roda empat. Namun, tidak ada warga yang sempat mencatat nopol kendaraan penembak. "Pelaku itu pakai Avanza hitam. Kasus ini masih kami dalami,” ujarnya lagi.
Sekitar pukul 13.00 WIB, jenazah korban dievakuasi dari dalam mobil dan tim Indonesia Automatic Print Identification (INAFIS) Polrestabes Bandung mengidentifikasi korban yang diduga tertembak dua kali di dada dan leher. Setelah itu korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSHS.
Dari pantauan, korban terduduk di kursi kemudi. Mengenakan kaos hitam lengan pendek, celana jins warna biru. Dan ada tato di lengan kanannya. Dari keterangan warga setempat, Pepen Supena (65), yang tinggal di rumah nomor 49, dirinya mendengar suara letusan dua kali berturut-turut.
"Dua kali tembakan, suaranya sangat keras. Setelah mendengar suara itu, saya melihat mobil Avanza warna gelap, dikejar sama mobil Land Cruisher warna gelap juga. Enggak lama, saya dengar suara bruk, ternyata mobil Land Cruisher itu nabrak seng tanah kosong," jelasnya. (Lanie)











