Garut, BEDAnews
Beberapa minggu terakhir ini, puluhan hektar tanaman padi yang masih berumur sekitar satu bulan di wilayah Garut Utara, diserang hama belalang. Daerah yang terserang hama tersebut, diantaranya Kecamatan Limbangan, Selaawi, Kersamanah dan beberapa kecamatan lainnya.
Serangan hama penggerek yang menyerang batang dan daun ini, sangat dikeluhkan petani, salah satunya Cucu Hidayat (48), warga Desa Ciwangi, Kecamatan Limbangan. Menurutnya, belalang tersebut menyerang area persawahannya seluas satu hektar.
“Saya terpaksa harus melakukan penanaman ulang. Sebab tanaman padi yang baru berusia sekitar satu bulan rusak dijarah hama belalang hijau yang datang secara tiba-tiba,” terang Cucu.
Hal senada, juga diungkapkan Dadang (34), salah seorang petani warga Kecamatan Selaawi. Menurut Dadang, di wilayahnya terdapat belasan hektar lahan pertanian terutama sawah yang diserang hama belalang sehingga petani terpaksa harus melakukan penanaman ulang.
Dikatakannya, serangan hama belalang yang jumlahnya semakin banyak itu berlangsung secara terus menerus sejak pagi hingga malam hari. Daun padi yang dimakan belalang pada robek dan akhirnya berubah warna menjadi kuning.
Untuk menghalau hama yang berjumlah ribuan itu, para petani di daerah tersebut sudah berupaya dengan berbagai cara, salah satunya melakuan menyemprotan dengan menggunakan pestisida.
Akan tetapi, upaya itu belum membuahkan hasil. Hama belalang tersebut jumlahnya tetap banyak. Sejak dua minggu lalu, puluhan hektar tanaman padi milik warga yang masih berumur sekitar satu bulan di wilayah Garut Utara seperti Kecamatan Limbangan, Selaawi, Kersamanah, dan beberapa wilayah lainnya ludes diserang hama belalang.
“Hama belalang selalu berpindah-pindah dari area persawahan yang satu ke yang lainnya sehingga susah dikendalikan. Padahal kami sudah berupaya salah satunya melakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida,” jelas Dadang.
Akibat serangan hama tersebut, aku Dadang, dirinya harus mengeluarkan kocek simpanan untuk melakukan penanaman ulang. Padahal uang tersebut dicadangkan untuk anggaran penanaman pada musim selanjutnya. Oleh karena itu dirinya berharap agar hama belalang itu segera berlalu, agar penanaman kedua bisa membuahkan hasil.
Dadang dan para petani lainnya, juga berharap agar instansi terkait segera turun tangan untuk menanganinya. Jika tidak, mereka khawatir terancam gagal panen. “Kami berharap instansi terkait mau peduli dan turun tangan untuk mengantisifasi hama belalang ini,” ungkapnya penuh harap. (Yuyus)











