Bandung, BEDAnews
Sebagai salah satu provinsi terpadat di Indonesia, Jawa Barat memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Tak salah bila Jawa Barat dilirik sebagai provinsi yang sangat cocok untuk mengembangkan potensi bisnis.
“Patut berbangga juga ada sebuah negara di Eropa yang melihat Jawa Barat sebagai daerah yang berpotensi untuk pengembangan bisinis,” ungkap Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Latvia Edgar Rinkevick di Hotel Holiday Inn, Minggu (29/4).
Kedatangan Menlu Latvia ini, kata Dede Yusuf, merupakan pertemuan bilateral antara Latvia dengan Indonesia yang diprakarsai oleh Dubes RI di latvia. Sejak memisahkan diri dari Uni Soviet tahun 1991, negara seluas 64.589 km2 ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat baik.
Namun begitu bergabung dengan Uni Eropa tahun 2004, keadaan ekonomi Latvia langsung menurun drastis. Angka pengangguran meningkat dan GDP yang mencapai $15000 turun menjadi $13000.
“Untuk menyelamatkan perekonomian, pemerintah Latvia mengirim menteri-mentrinya untuk mencari peluang bisnis di Asia, salah satunya di Indonesia,” ungkap Dede seraya menambahkan, Latvia memiliki kantor konsulat di Bandung bahkan telah bekerja sama dengan Indonesia dibidang kebudayaan, pendidikan dan perekonomian.
Dalam pembicaraan awal, Latvia bermaksud memasarkan produk-produk negaranya seperti sabun, salep ataupun obat-obatan. Latvia juga terkenal sebagai penghasil furniture yang berkualitas namun tidak memiliki bahan baku.
“Dalam penjajakan awal ini mungkin nanti bisa dibicarakan lagi bentuk kerjasama yang saling menguntungkan. Kalau sekarang belum ketemu karena saya juga belum ada bayangan,” kata Dede.
Dede menambahkan salah satu alasan mengapa Latvia tertarik memasarkan produk-produknya di Indonesia, khususnya Jawa Barat, adalah karena pajak yang cukup murah yakni hanya 10 % dibanding di Eropa yang mencapai 24 – 30 %.
Meski begitu Dede mengingatkan, produsen local tidak perlu cemas dengan produk-produk asal Latvia. “Produk mereka belum tentu laku, mungkin mereka lebih menggenjot sektor pariwisata untuk dijual,” pungkasnya. (Lanie)











