Bandung, BEDAnews-
Terpuruknya kondisi bangsa ini salah satunya disebabkan oleh perilaku para oknum yang melakukan korupsi. Buntutnya, anggaran negara atau daerah yang menjadi hak rakyat malah dinikmati oleh oknum pelaku korupsi. Hal itu disampaikan Caleg DPR RI asal Partai Hanura Dapil Jabar I Patria Mutiara Nusa, saat sosialisasi dan simulasi tata cara pencoblosan Pemilu Legislatif, yang digelar di Kecamatan Ujungberung Kota Bandung tadi siang.
Menurutnya, banyak anggaran pemerintah yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat tak sampai karena ‘dipangkas’ ditengah jalan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, sehingga menghilangkan hak rakyat untuk mendapatkan berbagai jenis pelayanan seperti untuk pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, perbaikan infrastruktur dan lain-lain. “Sudah saatnya masyarakat untuk cerdas memilih wakilnya di lembaga pemerintahan, karena jika salah memilih akan rugi selama lima tahun,” katanya.
Dia mengajak kaum perempuan untuk paham dan mengerti tentang politik, supaya kepentingan kaum perempuan bisa diperjuangkan melalui wakilnya di DPR. Jika kaum perempuan paham akan politik dan memiliki wakilnya di lembaga legislatif, akan lebih mudah untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan baik dibidang politik, ekonomi, budaya maupun bidang lainnya.
Sebagai aktivis Srikandi Hanura, Patria berpandapat peran perempuan akan memiliki andil yang cukup besar bagi kemajuan suatu bangsa, karena dar rahim perempuan yang berdaya akan lahir anak-anak penerus bangsa ini dikemudian hari. “Dimulai dari dirinya, keluarga dan lingkungan lebih luas perempuan bisa memulai perubahan bangsa ini kearah yang lebih baik, karenanya kaum perempuan jangan asal memilih wakil rakyat, ” jelasnya.
Selain mengajak kaum perempuan untuk lebih berdaya, Patria pun melakukan pendidikan politik supaya kaum perempuan jangan golput, karena satu suara saja tidak disalurkan akan sangat berarti. “Hak politik kaum perempuan harus disalurkan secara benar, jangan sampai tidak menggunakan haknya untuk melakukan pencoblosan pada Pemilu Legislatif 9 April nanti, karenanya saya memberikan simulasi ini kepada masyarakat supaya tidak golput,” tutupnya.











