Cimahi, BEDAnews
Inspkesi mendadak (Sidak) Ketua DPRD Kota Cimahi Ade Irawan dan beberapa anggota komisi II DPRD Kota Cimahi ke Pasar Antri Baru beberapa waktu lalu dinilai hanya langkah tebar pesona kepada masyarakat.
”Jika memang bertjuan untuk mengetahui harga dan menjaga harga barang- barang dipasar tradional tetap stabil, seharusnya jangan hanya di satu pasar saja, karena tak mungkin bisa membandingkan harga barang,” kata Ketua LSM Cimahi Creative Forum (CCF) Bubun Munawar kemarin.
Menurut dia, jika maksud kedatangan ke pasar untuk memantau harga dan membantu masyarakat supaya harga-harga tak melonjak naik, seharusnya DPRD mengeluarkan rekomendasi ke Pemerintah untuk melakukan operasi pasar, supaya harga-harga barang bisa dikendalikan.
Sampai saat ini, DPRD Kota Cimahi masih diragukan apakah setelah sidak mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah trkait harga-harga. Karena yang mampu mengendalikan harga barang adalah pemerintah bukan pemda setempat.
Kenaikan harga barang akibat rencana kenaikan harga BBM memicu kenaikan sejumlah barang kebutuhan pokok, akibatnya masyarakt tetap dirugikan, meskipun kenaikan BBM ditunda pemerintah. “Seharusnya dewan mendesak Pemkot Cimahi untuk melakukan pendekatan kepada Bulog supaya bias menggelar operasi pasar di Cimahi, jika hanya dating sidak ke pasar tanpa ada tindak lanjutnya sama aja bohong,” katanmya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Ketua DPRD mengakui saat ini belum mengeluarkan rekomendasi terkait hasil sidak ke Pasar Antri Baru. “Rekomendasi baru akan kami kirim pada Senin pecan depan,“ kata Ade lewat pesan singkat. (M.Fachri)











