Bandung, BEDAnews
Pejabat publik mempunyai kedudukan dan peran sangat strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat terdepan yang langsung berhadapan dengan masyarakat.
Menyadari kedudukan dan perannya tersebut, menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandung, Hj. Evi Syafini Shaleha, pejabat struktural aparat kewilayahan tidak cukup sekedar profesional, paham tupoksi, luas wawasan pengetahuan umum, tapi juga dituntut mampu berinteraksi sosial baik dan meyakinkan dalam penampilan.
Salah satu upaya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) para aparatur tersebut, dilakukan Pemerintah Kota Bandung melalui pendekatan metodologis berbasis otak, sehingga potensi dan kopetensi yang dimiliki pejabat struktural dapat terukur guna mencapai kinerja yang optimal.
Demikian disampaikan Kepala BKD Kota Bandung, Hj. Evi Syafini Shaleha saat kegiatan penelusuran potensi dan kopetensi berbasis otak (brain) yang digelar Senin (2/4) di Isola Resort Meeting Service Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.
Uji Kopetensi tersebut lanjut Evi, menggunakan metode neuro brain optima (NBO) yang bertujuan melakukan pemetaan SDM aparatur khususnya para pejabat struktural sebagai metode pengambilan data dasar potensi yang hasilnya disesuaikan pada profil kinerja organisasi untuk memicu SDM aparatur agar memiliki kopetensi sesuai dengan kebutuhan kinerja optimal organisasi. (Bud)











