• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Buku Wartawan Senior, Bila Maut Datang Menjemput, Antarkan Aku Sebagai Wartawan

Buku Wartawan Senior, Bila Maut Datang Menjemput, Antarkan Aku Sebagai Wartawan

Asep Budi by Asep Budi
30 Maret 2012
in Tak Berkategori
7
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BEDAnews 

“Good news is bad news” merupakan sebuah semboyan para jurnalis yang universal, tetapi prinsip tersebut ditafsirkan wartawan senior sebagai suatu bentuk kepedulian untuk mendorong perubahan.

Pemberitaan yang buruk adalah sebagai bentuk kritik yang konstruktif dan merangsang penyelenggaraan negara untuk memperbaikinya. Karena, tugas seorang wartawan mengawasi proses pemenuhan hak-hak publik terutama yang luput dari perhatian aparat pengawas fungsional.

Demikian diungkapkan Walikota Bandung Dada Rosada saat  peluncuran buku “Bila Maut Datang Menjemput, Antarkan Aku Sebagai Wartawan”, yang berisi kumpulan tulisan otobiografi dari wartawan senior yang tergabung dalam MAWAS (Majelis Wartawan Senior) Jawa Barat, Kamis (29/3) malam di Pendopo Kota Bandung, Jl. Dalem Kaum No.56 Bandung.

BeritaTerkait

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026

Menurut Dada, banyak fenomena wartawan tanpa identitas seolah-olah menurunkan kredibilitas wartawan asli, bahkan kondisi ini cenderung meningkatkan daya juang wartawan tulen, terutama untuk membuktikan bahwa profesi ini selalu berpihak kepada kepentingan publik dan tidak bisa ditiru dalam waktu singkat. Apalagi kualitas wartawan diukur dari hasil tulisannya bukan tanda  pengenal atau identitas lainnya.

“Sehingga kadang-kadang melahirkan istilah WTS atau wartawan tanpa surat kabar, wartawan tempo, tempo-tempo aya tempo-tempo teu terbit bahkan wartawan CNN atau wartawan can nulis-nulis,” jelas Dada.

Wartawan lanjutnya, adalah suatu profesi yang unik, karena tidak mensyaratkan  latar belakang pendidikan jurnalistik, tetapi menjadi seorang wartawan lebih dituntut untuk menggali informasi sedalam-dalamnya dengan resiko yang tinggi.

“Seperti  juga dikatakan Kang H.Tatang RS pada halaman 281, tidak jarang profesi ini akan membawa  seorang wartawan ke penjara atau kehilangan nyawa mereka, dan banyak yang menganggap profesi seorang wartawan sepeti musuh oleh orang yang tidak berkenan atasa pemberitaanya. Sebaliknya wartawan juga merupakan suatu profesi yang banyak disenangi,dibutuhkan tetapi juga banyak yang menghindari bahkan seolah-olah ketakutan mendengarnya, tergantung kepada kepentingan, kedudukan, dan jabatan  para individu dalam masyarakat,” jelasnya.

Resiko tersebut menurut Dada, justru oleh seorang wartawan dianggap sebagai sebuah tantangan, karena  misi yang lebih mulia yaitu mendidik bangsa dengan berita-berita yang objektif, konstrukti dan berorientasi pada perubahan. Tantangan ini yang di tempuh sebagian orang termasuk MAWAS Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Dada juga mengatakan bahwa dirinya mengenal dan bekerjasama dengan wartawan bukan hanya ketika sudah menjadi Walikota saja, jauh sebelumnya pun dirinya sudah terbiasa bekerjasama dengan wartawan. “Sehingga kalau banyak orang yang segan untuk bertemu dengan wartawan karena tulisannya, saya termasuk orang yang tidak begitu,” jelas Dada yang menilai bahwa buku kumpulan tulisan wartawan senior tersebut, dapat menjadi bahan bagi wartawan muda untuk dapat mengambil pelajarannya.

Pada kesempatan itu, Ketua MAWAS Yusuf Supardi menyerahkan buku kepada Walikota Bandung, setelah terlebih dahulu di tandatangani oleh Walikota Bandung, Ketua DPRD Kota Cimahi, Sekda Kota Bandung, Sekda Kabupaten Bandung Barat, dan sejumlah tokoh Jawa Barat seperti Tjetje Hidayat Padmadinata, dan Herman Ibrahim. (Bud)

Previous Post

Talaga Warna Bogor, Luar Biasa Indah

Next Post

H. Atang Subarzah, Siap Bangun Banjar Lebih Maju

Related Posts

TNI-POLRI

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Ragam

Pemuda Berdampak: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

7 November 2026
TNI-POLRI

Misa Ekaristi TNI-Polri di Polda Kaltim, Perkuat Iman dan Kebersamaan dalam Pengabdian

7 November 2026
TNI-POLRI

Kodim Ponorogo Gelar Do’a Syukur Peringati Hari Pahlawan 2026

7 November 2026
Ragam

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

7 November 2026
Next Post

H. Atang Subarzah, Siap Bangun Banjar Lebih Maju

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021