• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, November 9, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Pencarian Korban Longsor Garut Dihentikan, 1 Korban Belum Ditemukan

Pencarian Korban Longsor Garut Dihentikan, 1 Korban Belum Ditemukan

Asep Budi by Asep Budi
29 April 2013
in Tak Berkategori
1
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garut, BEDAnews

Pencarian terhadap satu korban tanah longsor di Puncak Lancang, Kecamatan Semarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat dihentikan setelah tujuh hari sesuai ketentuan pada Jumat (26/4) Sore.

Sebanyak dua dari tiga orang korban dalam bencana itu, Elah (49) dan Juhaenah (44), jenazahnya sudah ditemukan, sementara seorang lagi, Enoh (53), belum ditemukan diduga masih tertimbun longsor.

“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan pencarian, tapi selama tujuh hari ini satu korban belum berhasil kami temukan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Zatzat Munajat, kepada BEDAnews.com, Sabtu (27/4/2013).

Ia mengatakan, BPBD dan tim gabungan lainnya sudah berupaya maksimal untuk mencari satu korban lagi, tapi tidak juga membuahkan hasil. Sebenarnya kita juga ingin terus melakukan pencarian sampai korban ditemukan, tapi kami juga memiliki keterbatasan sehingga proses pencarian dihentikan sesuai ketentuan, jelas Zatzat.

Aceng (20), salah seorang anak Enoh berharap pemerintah dan tim lain dapat melanjutkan pencarian hingga korban dapat ditemukan. “Keinginan saya kalau bisa pencarian waktunya ditambah sampai hari Minggu (28/4), tapi kalau tidak bisa tidak apa-apa saya berterima kasih atas bantuannya," kata Aceng.

Bencana longsor itu menimbun tiga orang perempuan yang sedang beraktivitas di kebun lahan Perhutani, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang atau di sekitar lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, Pertamina Kamojang, Sabtu (20/4) lalu.

Jasad Elah ditemukan pada Selasa (23/4/2013) di dasar tebing tertimbun tanah, sedangkan jenazah Juhaenah ditemukan hari ini pukul 10.30 WIB tiga meter dari lokasi ditemukannya Elah, ungkapnya.

"Sebenarnya pencarian selama tujuh hari, sampai Jumat sesuai aturan. Tapi keluarga korban masih penasaran, maka kami bantu dengan perpanjang waktu pencarian," kata Kepala BPBD Kabupaten Garut, Zatzat Munajat usai melakukan pencarian korban, Sabtu (27/4/2013).

Ia mengatakan perpanjangan waktu pencarian hanya dilakukan selama setengah hari atau sampai pukul 12.00 WIB dengan mengerahkan sejumlah anggota TNI/Polri, petugas Pertamina, relawan bencana, dibantu masyarakat. Namun pencarian dengan menggunakan peralatan cangkul itu, tidak berhasil menemukan atau tanda-tanda lain keberadaan korban longsor.

“Kami sudah melakukan upaya semaksimal mungkin tapi korban Enoh sampai siang ini tidak ditemukan," katanya. Ia menjelaskan alasan batas waktu dihentikannya pencarian korban karena keterbatasan tenaga dan tingkat kejenuhan sejumlah tim yang dikerahkan dalam pencarian itu. Selain itu, bencana alam bukan hanya terjadi di Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang.

Namun sejumlah daerah lain di Garut pun dilanda bencana longsor dan jembatan ambruk. Selama tujuh hari ini kita fokus mencari korban longsor disini (Puncak Lancang), makanya kami hentikan karena harus melakukan penanggulangan bencana di daerah lainnya," jelas Zatzat.

Kepala Desa Sukakarya, Asep Hamdani, meminta keluarga korban tidak melakukan pencarian sendirian atau tanpa sepengetahuan BPBD dan aparat yang berwenang. Menurut dia, Puncak Lancang merupakan kawasan rawan pergerakan tanah, jika masyarakat memaksakan diri mencari korban, khawatir terjadi longsor susulan. “Lokasi itu rawan longsor, masyarakat jangan lagi ke lokasi itu karena takut nanti ada korban jiwa lagi," kata Asep.

Sebelumnya, bencana longsor itu menimbun tiga orang perempuan yang sedang beraktivitas di kebun lahan Perhutani atau sekitar lokasi operasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, Pertamina Kamojang, ujarnya. (yanti)

BeritaTerkait

TNI Kembali Berangkatkan Ratusan Pasis untuk Penyuluhan Penanganan Karhutla di Tiga Provinsi

8 November 2026

Dansatgas TMMD Ke-130 Tinjau RTLH Septer Mandacan, Pembangunan Rampung 100 Persen

8 November 2026
Previous Post

Perhutani Imbau Petani Garut Beralih ke Tanaman Pencegah Longsor

Next Post

Biasa, Jalur Nagreg dan Kadungora Dihari Minggu Macet Total

Related Posts

TNI-POLRI

TNI Kembali Berangkatkan Ratusan Pasis untuk Penyuluhan Penanganan Karhutla di Tiga Provinsi

8 November 2026
TNI-POLRI

Dansatgas TMMD Ke-130 Tinjau RTLH Septer Mandacan, Pembangunan Rampung 100 Persen

8 November 2026
TNI-POLRI

Penuh Keakraban, Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel Bersama Warga Bersihkan Lingkungan Kampung

8 November 2026
TNI-POLRI

Estafet Kepemimpinan Kodim 0733/Kota Semarang, Kolonel Inf Priyo Handoyo Serahkan Jabatan kepada Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto

8 November 2026
Ragam

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026
TNI-POLRI

PENYELAM TNI AL DAN TIM GABUNGAN BERHASIL EVAKUASI FDR DAN EKOR HELIKOPTER MI-17V5 HA-5235

8 November 2026
Next Post

Biasa, Jalur Nagreg dan Kadungora Dihari Minggu Macet Total

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021