Bandung, BEDAnews
Kehadiran Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan mudah dapat ditemui disetiap penjuru kota Bandung. Keberadaan PKL sebagai usaha mikro, dianggap perlu bagi perkembangan ekonomi di kota Bandung khususnya.
Tak heran bila Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menyambut baik dibukanya Bandung Timur Plaza (BTP) di kawasan Ujung Berung Bandung, yang akan mengakomodasi para PKL untuk berjualan di mall tersebut. “Kuncinya adalah penataan bukan hanya penertiban semata,” tutur Dede usai temu wicara di Bandung Timur Plaza, Selasa (2/4).
Dede menambahkan, selama ini PKL dianggap sebagai penyebab kesemrawutan kota dan kemacetan. “Bila dapat berjualan di mall, lebih manusiawi lah,” ucapnya. Dede menyebutkan, pemasukan daerah Jabar sebesar 54% berasal dari sektor informal, seperti perdagangan UMKM, dan PKL. Oleh sebab itu, imbuhnya, pemerintah harus memiliki keberpihakan kepada sektor tersebut.
Di Jawa Barat sendiri, Dede mencontohkan kota Banjar telah berhasil menata PKL dengan membuat zona khusus. “Bila ditata dengan baik dapat menjadi tujuan wisata yang orang senang datang ke sana,” jelasnya lagi.
Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Kopanti Jawa Barat Andra A. Ludin mengklaim Koperasi Pedagang Kaki Lima Panca Bhakti (KOPANTI) saat ini memiliki 38.000 anggota yang tersebar di seluruh Jawa Barat, dengan mitra seperti KOPSI, KOPWAN dan KUD.
“Kami ingin menjadikan kawasan BTP sebagai proyek percontohan PKL bagi daerah lain, serta membantu pemerintah dalam proses penyerapan tenaga kerja dan memberikan solusi yang menguntungkan bagi semua pihak,” ujar Andra.
Andra menambahkan, Kopanti tergerak mengangkat PKL ke jenjang yang lebih serius dan profesional dengan mengakomodasi PKL berjualan di Mall seperti di Bandung Timur Plaza (BTP). BTP sendiri merupakan Mall pertama di wilayah Bandung timur yang pengelolanya adalah koperasi, dan mayoritas tenant diisi oleh PKL. (Lanie)











