Garut, BEDAnews
Peredaran narkoba, khususnya di Kabupaten Garut, susah ditelusuri. Namun dari beberapa bukti yang ada, di Garut yang notabene agamis pada kenyataannya ditemukan ladang ganja, demikian diungkapkan Kasat Narkoba Polres Garut Nurjaman, SH., saat ditemui Bedanews.com diruang kerjanya, Kamis (28/3).
Nurjaman berharap, dibangunnya Kantor BNN Garut dapat menjadi langkah awal untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba pada masa yang akan datang. Karena, narkoba tidak hanya merusak fisik, melainkan juga psikis, terdapat 120 dampak narkoba terhadap organ tubuh manusia, diantaranya mati mendadak, pikun, dan dampak lainnya.
Yang jelas, kerjasama BNN kabupaten Garut dengan Polres Garut, dilakukan untuk menutup mata rantai jaringan. “Kasus Narkoba yang terungkap pihak Kepolisian sejak tahun 2011/2012 sebanyak 46 kasus dan mengalami peningkatan. Dan untuk itu BNN dan pihak kepolisian akan melakukan upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Garut,” kata Nurjaman.
Diungkapkan Nurjaman, pihak kepolisian Polres Garut akan selalu melakukan gerakan kampanye anti narkoba dilingkungan pelajar sekolah, mahasiswa, hingga pegawai negeri/swasta. Bahkan, pihak BNNK juga telah mendirikan kader- kader anti narkoba di tiap kecamatan dan desa sewilayah Kabupaten Garut.
Untuk memberantas pengedar dan pengguna baik narkoba maupun ganja khususnya di kabupaten Garut, itu tidak hanya tanggung jawab Polri, BNN, dan Pemerintah saja. Namun, semua warga masyarakat dan komponen bangsa haruslah bersama-sama menindak tegas penyalahgunaan narkoba maupun ganja, dengan melaporkannya kepihak kepolisian. (Sighar)











