Garut, BEDAnews
Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Garut hingga kini masih lemah. Kondisi itu setidaknya terlihat dari tak tercapainya proyeksi pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan Pemkab Garut pada 2011 sebesar 6,79%.
Di sektor investasi, dari target sebesar Rp. 4,20 triliun, realisasinya hanya Rp. 2,06 triliun atau 50% dari perkiraan. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Garut pada 2012 pun diproyeksikan hanya sebesar 5,75% atau cuma naik 0,17%, dibandingkan 2011 sebesar 5,48%. Kemampuan daya beli penduduk Garut pun selama 2012 diproyeksikan hanya meningkat Rp. 10.490 dari sebesar Rp. 638.770 pada 2011.
Menurut pakar ekonomi, Abdus Syakur Amin, salah satu penyebab utama terhambatnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Garut yakni buruknya kondisi infrastruktur.
Jadi kalau Garut mau maju, maka infrastrukturnya harus dibenahi. Terutama infrastruktur dasar, seperti sarana jalan, jaringan telepon, jaringan listrik, dan sarana pelayanan publik lainnya terkait akses pelayanan pendidikan dan kesehatan. Berbagai bentuk kemudahan perijinan juga harus dilakukan, kata Abdus Syakur yang menjabat sebagai Pembantu Rektor I Universitas Garut (Uniga) kepada Bedanews.com Kamis (7/3).
Disinggung mengenai terus meningkatnya kunjungan wisata ke Garut dalam beberapa tahun terakhir, Abdus Syakur menilai hal itu merupakan potensi untuk pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi katanya, pertumbuhan ekonomi sendiri tak serta merta menunjukkan adanya pemerataan ekonomi. Sehingga perlu ada regulasi jelas dari pemerintah.
Data di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Garut menunjukkan jumlah kunjungan wisata ke Garut hingga akhir 2012 mencapai sekitar 2.014.766 orang, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 1.872.853 orang.
“Pertumbuhan ekonomi tak identik dengan pemerataan. Tumbuh ya tumbuh. Tapi siapa yang merasakan manfaatnya? Sebab masyarakat miskin tak mungkin bisa usaha, karena tak punya modal. Maka di sini perlu intervensi pemerintah sebagai regulator agar ekonomi tumbuh dan merata," ujarnya. [Sighar]











