• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Infrastruktur Hambat Pertumbuhan Ekonomi Garut

Infrastruktur Hambat Pertumbuhan Ekonomi Garut

Asep Budi by Asep Budi
7 Maret 2013
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garut, BEDAnews

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Garut hingga kini masih lemah. Kondisi itu setidaknya terlihat dari tak tercapainya proyeksi pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan Pemkab Garut pada 2011 sebesar 6,79%.

Di sektor investasi, dari target sebesar Rp. 4,20 triliun, realisasinya hanya Rp. 2,06 triliun atau 50% dari perkiraan. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Garut pada 2012 pun diproyeksikan hanya sebesar 5,75% atau cuma naik 0,17%, dibandingkan 2011 sebesar 5,48%. Kemampuan daya beli penduduk Garut pun selama 2012 diproyeksikan hanya meningkat Rp. 10.490 dari sebesar Rp. 638.770 pada 2011.

Menurut pakar ekonomi, Abdus Syakur Amin, salah satu penyebab utama terhambatnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Garut yakni buruknya kondisi infrastruktur.

Jadi kalau Garut mau maju, maka infrastrukturnya harus dibenahi. Terutama infrastruktur dasar, seperti sarana jalan, jaringan telepon, jaringan listrik, dan sarana pelayanan publik lainnya terkait akses pelayanan pendidikan dan kesehatan. Berbagai bentuk kemudahan perijinan juga harus dilakukan, kata Abdus Syakur yang menjabat sebagai Pembantu Rektor I Universitas Garut (Uniga) kepada Bedanews.com Kamis (7/3).

Disinggung mengenai terus meningkatnya kunjungan wisata ke Garut dalam beberapa tahun terakhir, Abdus Syakur menilai hal itu merupakan potensi untuk pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi katanya, pertumbuhan ekonomi sendiri tak serta merta menunjukkan adanya pemerataan ekonomi. Sehingga perlu ada regulasi jelas dari pemerintah.

Data di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Garut menunjukkan jumlah kunjungan wisata ke Garut hingga akhir 2012 mencapai sekitar 2.014.766 orang, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 1.872.853 orang.

“Pertumbuhan ekonomi tak identik dengan pemerataan. Tumbuh ya tumbuh. Tapi siapa yang merasakan manfaatnya? Sebab masyarakat miskin tak mungkin bisa usaha, karena tak punya modal. Maka di sini perlu intervensi pemerintah sebagai regulator agar ekonomi tumbuh dan merata," ujarnya. [Sighar]

BeritaTerkait

Kodim Banyumas Rampungkan Pembangunan Jalan dan Perluas Akses Air Bersih

8 November 2026

Dandim Ponorogo Hadiri Health Creativ Showcase Hari Kesehatan Nasional Tahun 2026

8 November 2026
Previous Post

Ambisius Aceng Fikri Menuai Kontroversi

Next Post

Kartu Jamkesmas di Garut, Rusak dan Salah Sasaran

Related Posts

TNI-POLRI

Kodim Banyumas Rampungkan Pembangunan Jalan dan Perluas Akses Air Bersih

8 November 2026
TNI-POLRI

Dandim Ponorogo Hadiri Health Creativ Showcase Hari Kesehatan Nasional Tahun 2026

8 November 2026
Ragam

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026
Ragam

Republik di Balik Barikade: Menghitung Nalar Demokrasi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras

8 November 2026
Ragam

DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Komisi Pemilihan Umum Ke-73

8 November 2026
TNI-POLRI

Danrem Erwin Jabat Danup Pemakaman Sertu Heri, Prajurit TNI AD yang Gugur dalam Misi Karhutla

8 November 2026
Next Post

Kartu Jamkesmas di Garut, Rusak dan Salah Sasaran

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021