Garut, BEDAnews
Proses lelang pemasangan paving block di 6 titik ruas jalan hotmix siap bergulir, padahal proyek perombakan total jalan hotmix di pusat kota Garut dengan paving block itu masih menuai kontroversi.
Anggaran yang dialokasikan dari APBD Garut 2013 untuk proyek itu mencapai Rp. 2,7 miliar. Dengan bertajuk penataan kota menuju kawasan kota wisata belanja, proyek itu ditengarai hanya sebagai mercusuar nan ambisius mantan Bupati Garut Aceng HM Fikri.
Konon, proyek di akhir masa jabatan Aceng itu tanpa kajian teknis serta sosialisasi kepada masyarakat. Kalangan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan kota Garut mengaku mendukung pemasangan paving block itu, selama tidak merugikan mereka.
Rencananya, total panjang jalan yang akan diganti paving block tersebut mencapai sekitar 900 meter dengan lebar sekitar 11 meter. Nantinya, paving block itu akan terpasang di Jalan Ahmad Yani, Cikurai, Ciledug, Siliwangi, Mandalagiri, dan Jalan Pasarbaru.
“Jika ternyata merugikan, apalagi bertujuan mengusir PKL, langsung maupun tidak langsung, kami akan berontak," ancam Ketua Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG), Tatang kepada wartawan. Sementara warga lainnya menilai proyek itu hanya akan menimbulkan persoalan baru.
Di mata mereka, proyek itu tak lebih dari upaya legalisasi terhadap keberadaan para PKL di pusat kota Garut. Alih-alih penataan kota, ruas-ruas jalan di kawasan tertib lalu lintas yang merupakan etalase kota Garut itu malah kian semrawut.
“Saya khawatir justru jadi proyek penghamburan anggaran. Kalau tak cermat, bisa-bisa tujuan penataan kota malah membuat kondisi kota makin semrawut. Makanya, lebih baik kaji lagilah dan sosialisasikan dengan benar," kata Herdiana (44), warga Kecamatan Karangpawitan, Kamis (7/3).
Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Garut, Adeng Sudjarmono, saat ditemui Bedanews.com, Kamis (7/3), mengakui proyek tersebut tetap berjalan meski menuai kontroversi. Sebab kata dia, dananya sudah dianggarkan pada APBD Kabupaten Garut Tahun Anggaran 2013.
“Pembuatan paving block ini sudah diamanatkan dalam APBD 2013, dan tugas kami hanya menjalankan itu. Saat ini kita baru dalam tahap persiapan proses lelang, dan optimistisbisa rampung tahun 2013 ini," katanya.
Adeng membantah proyek pemasangan paving blockdi kawasan pusat kota Garut itu tanpa melalui kajian teknis maupun sosialisasi kepada masyarakat. Alasannya, Tim Tata Kota sudah terbentuk bukan hanya Dinas Bina Marga melainkan juga dinas/instansi lain.
Dia lantas menyebut Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertanaman (DLHKP), dan Satpol PP.
Adeng mengklaim, kekuatan jalan dengan pemasangan paving block nanti jauh lebih kuat daripada aspal hotmix. “Untuk paving block itu kekuatannya bisa mencapai 400 kg/cm. Jadi ruas jalan nantinya dapat dilalui berbagai jenis kendaraan berat dengan maksimal 10 ton, tegasnya.
Rencananya, paving block dipasang di kawasan kota Garut itu berornamen warna motif batik Garutan dan domba Garut, agar terlihat asri sekaligus mencerminkan ciri khas kota Garut.
Sebelumnya, Wakil Ketua Penataan Kota Garut yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Edi Muharam mengakui proyek pemasangan paving block di kawasan kota Garut itu merupakan bagian dari program penataan kota Garut sebagai kawasan wisata belanja.
Untuk menarik wisatawan, selain memasang paving block, penyeragaman bentuk, ukuran serta warna tenda para PKL di sana akan dilakukan. Rencananya, PKL ditempatkan di bahu jalan sekitar 1 meter hingga 2 meter dengan menghadap trotoar.
Bangunan tenda bersifat kolektif, yakni satu tenda untuk lima kios pedagang berukuran panjang 10 meter, disesuaikan zonasi komiditas. Di enam titik ruas jalan di-paving block hanya memuat sekitar 700 kios.
Khusus untuk ruas jalan Ahmad Yani, mulai betulan Bank BNI 46 hingga Toserba Asia, sama sekali tak diperbolehkan ada tempat parkir kendaraan. Untuk lahan parkir di ruas jalan lain. Dan untuk PKL yang tak tertampung, akan coba diarahkan ke jalan Mawar, paparnya.(Sighar)











