GARUT, BEDAnews
Ruas jalan Harumansari Garut sepanjang sekitar 1,5 kilometer, rusak berat. Kondisi tersebut membuat mobilitas warga menuju Kadungora menjadi semakin tidak nyaman. Bahkan, saat musim penghujan, jalan sangat rawan dan sangat berpotensi terjadi kecelakaan.
Menurut salah seorang warga sekitar, Agus (38), kerusakan jalan sudah berlangsung sejak lama. Mau tidak mau hal tersebut diterima warga karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses masuk dan keluar. "Mau apa lagi, jalan satu-satunya hanya itu," ujarnya.
Saat musim penghujan seperti sekarang ini, untuk menuju ke keperkotaan juga cukup berat. Kendaraan sering selip di lubang jalan. Bila tidak hati-hati dikhawatirkan tergelincir pada jembatan ketot berkedalaman belasan meter.
Apalagi, kalau hujan deras kondisi jalan kebanjiran. Hujan besar yang melanda beberapa hari ini mengakibatkan badan jalan semangkin parah, batu berserakan keluar dari raganya, lubang semangkin terkuak lebar, badan jalan bagaikan kolam mini yang cukup curam. Apalagi disaat hujan turun, lubang-lubang disepanjang badan jalan digenangi air sudah sangat cocok untuk kubangan kerbau, kata Adi kepada Bedanews, Rabu (6/3).
Hal senada dikatakan salah seorang pengendara Dokar Ade (40), dirinya setiap hari naik turun ke kendaraan dengan menggunakan kendaraan tersebut. Kerusakan jalan membuat dokar yang ditumpanginya dengan muatan penuh sering mengalami kerusakan, dan khawatir terjadi kecelakaan. "Kami berharap agar dapat segera diperbaiki," ujarnya berharap.
Beberapa waktu lalu, pihaknya sebenarnya sudah gembira terkait perbaikan jalan di Wilayah tersebut. Namun ternyata dari kantor balai desa sudah lama belum dilakukan pengaspalan, hanya ditambal dengan cadas dan kerikil. Itupun swadaya masyarakat Desa Harumansari, hingga ke parapatan. Sehingga, arah dari jembatan Ketot melaju ke Mts Haruman kondisinya rusak berat penuh dengan lubang dan krikil tajam.
Kepala Desa Harumansari, Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, Otang Haerudin membenarkan hal itu saat dijumpai Bedanews.com, Rabu (6/3) dikantornya. “Kami mengeluhkan dengan kerusakan jalan yang semakin berat, pasalnya, disamping tidak nyaman juga rawan kecelakan,” katanya.
Menurut Otang, rusaknya jalan tersebut akibat sudah bertahun-tahun belum dilakukan perbaikan. Sehingga keberadaan jalan tersebut semakin hari-semakin rusak parah. Apalagi bila tertimpa hujan deras keberadaan lubang, dan kerikil kerikil tajam tidak begitu kelihatan. Karena tergenangi oleh air, katanya.
Yang jelas kata Otang, pihaknya sudah bebarapa kali melaporkan dan mengajukan melalui permohonan Proposal, namun hingga saat ini belum juga tersentuh oleh perbaikan. “Ya mungkin itu berkaitan dengan anggaran yang tidak memadai atau minimnya anggaran di pemerintah,” katanya. (Sighar)











