CIMAHI, BEDAnews
Calon Gubernur pasangan Paten, Rike Diah Pitaloka, Senin (11/2) menyapa ratusan buruh Cimahi di halaman PT. Matahari Sentosa, jalan Joyodikromo Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan. Kadatangan Rieke di Cimahi tersebut disambut ratusan buruh dan warga sekitar.
“Saya mengajak masyarakat di sini terutama kaum buruh untuk memenangkan pasangan Paten. Hal itu tak semata-mata demi kemenangan Paten saja, namun supaya masyarakat Jawa Barat bangkit dari kemiskinan dan pengangguran,” kata Rieke saat menyampaikan kampanyenya dihadapan ratusan buruh.
Menurut Rike, pasangan Paten berjanji untuk mewujudkan pemerintahan yang modern dengan memprioritaskan anggarannya untuk memperbaiki akses terhadap pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial dan penguatan daya beli masyarakat.
Dikatakannya, beragam persoalan yang ada di 26 Kebupaten/Kota di Jawa Barat memerlukan pendekatan dan strategi berbeda ditiap daerah untuk menuntaskannya dengan memperhatikan peta masalah, berdasarkan riset, survey dan masukan dari masyarakat langsung.
”Kebijakan pemerintahan provinsi tidak dilakukan pukul rata ditiap daerah. Persoalan mendasar yang banyak terjadi di kabupaten/kota di Jawa Barat adalah minimnya lapangan kerja, dan harapan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, saya mengajak hadirin disini untuk mendukung kami pada 24 Februari mendatang,” ucapnya.
Dalam konteks desentralisasi, pemimpin Provinsi Jabar harus menyadari bahwa yang punya wilayah adalah tingkat II, sehingga fungsinya lebih pada regulator, mediasi dan advokasi. Pemprov Jabar harus melibatkan pemerintahan kabupaten/kota. Model model komunikasi lewat dialog-dialog dengan pemerintahan di tingkat II, tidak bisa sekedar lewat cara-cara yang formal dan kaku. “Jika gubernur sudah melakukan dialog dengan pemerintahan di tingkat dua, lalu mengecek ke lapangan lewat jaringan-jaringan elemen yang ada,“ tandasnya.
Usai melakukan orasi diatas mobil bak terbuka, kampenye Diah diakhiri dengan pembagian Kartu Jabar Bangkit kepada ratusan warga di lokasi kampanye. Kartu tersebut diperuntukan untuk seluruh rakyat Jawa Barat, untuk mendapatkan jaminan kesehatan, pendidikan, pelatihan di BLK, penyaluran tenaga kerja dan sebagai tanda pengenal bagi TKI. (Bubun M)











