Cimahi, BEDAnews
Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cimahi mengharapkan ada perhatian dari pemerintah setempat untuk membantu penanganan bencana khususnya banjir, karena tahun ini merupakan kejadian terparah di Kota Cimahi, yang melanda hampir diseluruh wilayah kota.
Ketua Forum Tagana Kota Cimahi Atom Gunawan menyebutkan, ada sejumlah titik rawan banjir di Cimahi yang kerap terjadi saat musim hujan tiba. Diantaranya di kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara dan Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah. Namun pada peristiwa 10 Nopember 2012 lalu, hampir terjadi di seluruh Kota Cimahi.
“Saat banjir di Kelurahan Cipageran akibat turun hujan lebat sempat mengikis tanah di rumah salah seorang warga, yang menyebabkan tanah amblas, dan merobohkan rumah milik Heri Sutisna,“ ucapnya.
Banjir yang melanda Kota Cimahi, diakibatkan selain karena factor alam, juga akibat penyempitan saluran atau kurangnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah sembarangan, sehingga ketika musim hujan menyumbat aliran air.
Untuk penanganan bencana khususnya banjir, Tagana berharap ada bantuan kelengkapan yang masih minim untuk melakukan evakuasi dan yang paling dibutuhkan adalah kendaraan roda empat atau roda tiga yang dapat menjangkau gang di lokasi banjir.
Atom melanjutkan, saat ini kondisi sarana dan prasarana Tagana Cimahi masih sangat kurang dalam melakukan bantuan kepada korban bencana. Seperti alat transportasi, tenda untuk hunian sementara pengungsi.
“Kami kesulitan dalam menjangkau lokasi maka perlu kendaraan untuk mengangkutnya sehingga terpaksa harus menggunakan sepeda motor milik anggota,“ jelasnya.
Untuk operasional Tagana, Atom mengaku mendapatkan insentif dari Kementerian sosial. Para anggota sebulan mendapatkan insentif Rp. 100 ribu, sedangkan dari Pemkot Cimahi berupa bansos untuk keperluan piket.
“Kami berharap anggota kami mendapatkan jaminan keselamatan berupa asuransi, karena saat melakukan pertolongan para anggota penuh dengan resiko,“ ujarnya. (Bubun M)











