Garut, BEDAnews
DARI 108 unit rumah yang rusak di Desa Sukaraja Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, sebanyak 98 rumah kondisinya rusak parah. Ini perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Garut, untuk memberikan bantuan stimulan bedah rumah, sebelum hunian mereka ambruk dan memakan korban.
“Banyak warga di desa kami yang berpenghasilan rendah, tempat kediaman mereka pun kondisnya sudah rusak, tidak layak huni. Kami mengharapkan ada bantuan stimulan untuk bedah rumah,” ungkap Kepala Desa Sukaraja Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Roni Ramdani, Jumat (12/12/2014).
Dijelaskan, dari 1.724 kepala keluarga di Desa Sukaraja, terdapat 108 unit rumah tidak layak huni (rutilahu). Hanya sepuluh rumah yang baru diperbaiki dari swadaya masyarakat, sebagian lagi melalui bantuan Pemerintah Kabupaten Garut. “Ada 98 rutilahu yang mendesak untuk mendapatkan bantuan, karena kondisinya rusak berat. Yang dikhawatikan pada musim hujan kali ini, kalau dibiarkan bisa ambruk dan memakan korban,” tambah Roni.
Roni akan terus mengupayakan berbagai cara agar mereka mendapat bantuan. Tidak hanya mengandalkan swadaya masyarakat, tetapi juga mengajukan proposal bedah rumah ke Pemerintah Kabupaten Garut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat. Misalnya melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Stimulan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (BSPS MBR). [sighar]













