• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป 707 Honorer Kota Bandung Minta SBY dan Marzuki Ali Turun Tangan

707 Honorer Kota Bandung Minta SBY dan Marzuki Ali Turun Tangan

Asep Budi by Asep Budi
6 Juni 2012
in Tak Berkategori
9
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BEDAnews

Sedikitnya 707 tenaga honorer Kota Bandung meminta Persiden SBY dan ketua DPR RI Marzuki Ali turun tangan untuk memperhatikan nasibnya. Pasalnya, mereka merasa di dzholimi dan diperlakukan tidak adil oleh pihak pemkot Bandung.

“Jelas ! kami merasa di dzholimi, hak-hak kami tidak dihargai, nasib kami tidak jelas, kami akan menuntut sampai kapanpun,” ungkap Heryanto, perwakilan dari 707 tenaga honorer, Selasa, (5/6).

Dikatakan Heryanto, dirinya serta honorer lainnya di rumahkan sejak 1 Januari 2010 sampai sekarang, tidak ada kejelasan atau keputusan apapun dari pihak pemkot Bandung. Karena itu mereka sangat kecewa manakala terjadi pendataan dan validasi Kategori I dan II di bulan Maret dan April 2012 yang mengacu pada PP 48 2005JoPP43 2007, SE Menpan dan RB 052010 dan SE Menpan dan RB 03 2012.

BeritaTerkait

Koops TNI Habema Amankan Tujuh Senjata dalam Operasi Gabungan di Yahukimo

7 November 2026

Tim Wasev TMMD Ke-130 Tinjau Pembangunan MCK, Pastikan Fasilitas Sanitasi Warga Yamboi Berkualitas

7 November 2026

“Kami sangat kecewa dengan pendataan itu, karena kami tidak masuk dalam dua katagori, disebabkan karena factor usia di atas 46 tahun per 31 Desember 2005, walau dengan massa kerja 20-30 tahun,” katanya.

Heryanto mempertanyakan sikap pemerintah, satu sisi dengan UU No.13 2003 harus melindungi tenaga kerja agar tidak terjadi PHK, seperti pernyataan Mendagri  dalam pembukaan Jambi Emas Expo 2011 lalu, yang mengatakan, jangan ada pemecatan tenaga honorer.

Yang tidak boleh adalah pengangkatan honorer baru atau sejenisnya sesuai PP 48 th 2005. Tapi, nyatanya pihak pemkot Bandung malah melakukan tindakan sangat tidak manusiawi dengan membiarkan 707 honorer tidak jelas nasibnya.

“Kami minta kejelasan status kepegawaian, apakah di PHK atau tidak, kalau di PHK berikan kami aturan yang jelas! Jangan dibiarkan dalam ketidak pastian, kami punya anak istri,” pinta Heryanto. (hargribs)

Previous Post

Pusinfokom UIN Bandung Publikasikan Semua Karya Ilmiah

Next Post

Saba Desa DPRD Jabar, Monitoring Pembangunan Jalan Jabar Selatan

Related Posts

TNI-POLRI

Koops TNI Habema Amankan Tujuh Senjata dalam Operasi Gabungan di Yahukimo

7 November 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Tinjau Pembangunan MCK, Pastikan Fasilitas Sanitasi Warga Yamboi Berkualitas

7 November 2026
TNI-POLRI

Danpaspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha: Mengawal Presiden Sebagai Kepala Negara, Tanggung Jawab Besar

7 November 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Terjang Medan Terjal, Pastikan Sumber Air Bersih Warga Yamboi

7 November 2026
TNI-POLRI

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Next Post

Saba Desa DPRD Jabar, Monitoring Pembangunan Jalan Jabar Selatan

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021