Kartika Amelia, pakar HR dari HCC (Human Care Consulting), mengungkapkan bahwa, perusahaan yang belum memiliki sistem deteksi dan penanganan stres secara dini sering terlambat menyadari turunnya performa tim. Penurunan performa ini lebih disebabkan oleh beban mental tidak terkelola daripada kemampuan yang menurun yang berakibat terjadinya kelelahan kerja kronis.
“Burn out bukan sekedar isu personal. Tanpa deteksi dini, Perusahaan bisa kehilangan produktivitas yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah per karyawan setiap bulan,” katanya.
Menanggapi situasi ini, Kartika merekomendasikan pengembangan Psychological Check-Up (PCU) sebagai solusi strategis penting. PCU merupakan skrining sederhana namun menyeluruh yang memungkinkan individu dan organisasi mengenali tingkat stres, kecemasan dan kondisi psikologis secara jujur dan ilmiah.












