Kedua, Pensil yang diserut menjadi tajam. Sebelum menjadi tajam dan bisa digunakan, pensil perlu diraut agar ketajaman pensil mampu memperkuat tekanan dari genggaman seseorang. “Untuk kalangan ASN proses perautan, penajaman, pengasahan, pelatihan, penugasan dilakukan dengan perpindahan, rotasi. Jangan pernah merasakan kekecewaan, marah, kecewa, karena dipindahkan, tapi itu semua dilakukan sebagai ikhtiar untuk mempertajam agar berdaya. Setelah itu rasakan. Semuanya dilakukan untuk meningkatkan kapasitas diri agar kampus menjadi hebat,” jelasnya.
Ketiga, Pensil dilengkapi dengan penghapus. Bermitranya pensil dengan penghapus ini memberi kesempatan kepada kita untuk menghapus dan memperbaiki diri dari segala salah, kekhilafan. “Bagi ASN kesalahan adalah sebuah keniscayaan. Asal jangan disengaja, melanggar aturan karena manusia tempat segala kekhilafan. Salah satunya dengan berpuasa di bulan ramadhan menjadi penghapus segala kesalahan dan dosa. Rasulullah bersabda, barangsiapa yang berpuasa ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” tandasnya.













