“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.” (QS. Al-Ḥujurāt [49]: 6).
Pesan tabayyun menjadi semakin penting di era media digital. Kecepatan memperoleh dan membagikan informasi sering kali tidak diikuti kemampuan memeriksa kebenaran. Karena itu, karakter tablīgh dalam kehidupan akademik menuntut keberanian menyampaikan gagasan sekaligus tanggung jawab menjaga akurasi, etika, dan kemanfaatannya.
Keempat: Faṭānah sebagai Kecerdasan Kritis dan Kebijaksanaan; Faṭānah berarti cerdas dan bijaksana. Rasulullah Saw. memberikan teladan bagaimana kecerdasan digunakan untuk memahami keadaan, memecahkan persoalan, mengambil keputusan, serta menghadirkan kemaslahatan. Islam sangat menghargai proses berpikir. Wahyu pertama yang diterima Rasulullah Saw. dimulai dengan perintah membaca:













